Selasa 13 Feb 2024 19:30 WIB

Tekan Emisi, Panasonic Manufacturing Indonesia Bangun Factory Forest

Panasonic memiliki baseline untuk capai target net zero emission di 2045.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) telah membangun factory forest seluas 3 hektar di kawasan pabrik PMI di Jakarta Timur. Factory forest ini disebut bisa menyerap 300 ton CO2.
Foto: Dok PMI
PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) telah membangun factory forest seluas 3 hektar di kawasan pabrik PMI di Jakarta Timur. Factory forest ini disebut bisa menyerap 300 ton CO2.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Panasonic Manufacturing Indonesia (PMI) telah membangun factory forest atau hutan di kawasan pabrik guna mengimbangi emisi karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan selama proses produksi. Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya Panasonic untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045.

VP Director PT Panasonic Manufacturing Indonesia, Daniel Suhardiman, mengatakan bahwa factory forest memiliki luas sebesar 3 hektar dan terletak di kawasan pabrik PMI di Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Menurut perhitungannya, pohon-pohon di factory forest tersebut bisa menyerap 300 ton CO2.

Baca Juga

“Kami sudah memiliki baseline untuk mencapai target Net Zero pada tahun 2045, dan factory forest itu salah satu upaya kami. Lokasinya ada di kawasan pabrik di sini, ada 3 hektar yang menjadi hutan, itu bisa menyerap 300 ton CO2,” kata Daniel kepada Republika dalam acara media visit di pabrik PT PMI Jakarta, Selasa (13/2/2024).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, penggunaan energi secara keseluruhan di pabrik Panasonic Manufacturing Indonesia dalam satu tahun mencapai 10 ribu megawatt hour (MWh) yang melepaskan sekitar 7200 ton CO2. Guna menyerap emisi tersebut, PT PMI telah menetapkan target untuk beralih ke energi terbarukan yaitu solar panel, dengan target kapasitas sebesar 5000 MWh per tahun. Untuk separuhnya lagi (5000 MWh), PT PMI berencana untuk melakukan penyerapan karbon atau carbon sink melalui factory forest dan social forest.

"Untuk menutup emisi yang tidak tercover energi terbarukan, salah satunya kita maksimalkan dengan forest factory yang 3 hektar tadi, dan sisanya kita akan bekerja sama dengan pemerintah dengan memakai pendekatan hutan sosial,” kata Daniel.

Ke depannya, kata Daniel, PT PMI juga akan terus melakukan eksplorasi dan mencari alternatif lain untuk mengimbangi emisi gas rumah kaca. Ia pun membuka kemungkinan untuk bekerja sama dengan pemerintah dan membangun solar panel terapung di Situ Pedongkelan yang terletak di belakang pabrik PT PMI.

“Di belakang pabrik kita itu ada Situ yang cukup luas. Kami secara rutin turut memelihara Situ tersebut. Nah, sekarang kan sudah muncul solar panel terapung, mungkin suatu saat nanti kami bisa menambahkan energi dari sana. Itu yang kami harapkan, bagaimana Situ tersebut dimanfaatkan bukan hanya untuk menampung air, namun juga pembangkit energi atau penampungan karbon,” kata Daniel.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement