Jumat 23 Feb 2024 23:25 WIB

Penyaluran Kredit Berkelanjutan Berpeluang Terus Meningkat

Pembiayaan berkelanjutan pada 2019 hanya sebesar Rp 927 triliun.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
ESG (ilustrasi)
Foto: www.pixabay.com
ESG (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan saat ini data pertumbuhan penyaluran kredit atau pembiayaan berkelanjutan masih dalam tahap pengumpulan dan validasi data. Meskipun begitu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menuturkan penyaluran pembiayaan berkelanjutan akan terus meningkat.

"Kami yakin bahwa penyaluran kredit atau pembiayaan berkelanjutan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan total kredit industri yang tercatat di atas dua digit yaitu sebesar 10,38 persen secara tahunan," kata Dian, Kamis (22/2/2024).

Baca Juga

Sebab, Dian menuturkan dalam beberapa tahun terakhir, tercatat penyaluran kredit berkelanjutan terus meningkat. Dian menyebut, total kredit atau pembiayaan berkelanjutan pada 2019 hanya sebesar Rp 927 triliun atau porsi dari total kredit sebesar 19,78 persen.

Lalu jumlah tersebut terus tumbuh pada 2020. "Kemudian pada 2020 terus tumbuh menjadi Rp 1.181 triliun atau porsinya dari total kredit sebesar 27,7 persen," ucap Dian.

 

Selanjutnya angka tersebut juga terus mengalami peningkatan pada 2021 yang tumbuh kembali menjadi Rp 1.409 triliun atau porsinya sebesar 29,76 persen dari total kredit. Lalu pada 2022 total penyaluran kredit atau pembiayaan sebesar Rp 1.571 triliun atau porsinya sebesar 30,22 persen.

Dian menambahkan, berdasarkan laporan implementasi Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) posisi Desember 2022, penyaluran pembiayaan berkelanjutan ke kegiatan usaha energi terbarukan mencapai Rp 42,6 triliuj. "Ini porsinya 2,81 persen dari total penyaluran pembiayaan bank kepada kegiatan usaha berkelanjutan (KUBL)," ucap Dian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement