Sabtu 02 Mar 2024 14:50 WIB

Apple Batalkan Rencana Produksi Kendaraan Listrik

Apple sebelumnya tidak pernah secara terbuka umumkan produksi kendaraan listrik.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Apple dilaporkan telah membatalkan rencana untuk memproduksi kendaraan listrik (EV).
Foto: EPA-EFE/MAHMOUD KHALED
Apple dilaporkan telah membatalkan rencana untuk memproduksi kendaraan listrik (EV).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apple dilaporkan telah membatalkan rencana untuk memproduksi kendaraan listrik (EV). Proyek yang tidak pernah secara terbuka diakui Apple ini dikabarkan telah dikerjakan sejak satu dekade lalu.

Menurut laporan Bloomberg, karyawan yang sebelumnya menangani proyek EV akan dipindahkan ke divisi kecerdasan buatan (AI) untuk iPhone. Tim EV Apple dilaporkan dikenal sebagai Special Projects Group sebagai bagian dari Project Titan yang digagas oleh kepala eksekutif, Tim Cook.

Baca Juga

Karena telah menghabiskan miliaran dolar untuk penelitian dan pengembangan, perusahaan ini awalnya dikabarkan sedang mengerjakan kendaraan otonom tanpa setir dan pedal. Tim tersebut diketahui masih membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memproduksi kendaraan tersebut.

"Ini adalah keputusan yang cerdas dan telah lama ditunggu-tunggu. Permintaan pasar untuk mobil listrik tidak ada dan AI adalah tempat semua tindakan dilakukan,” kata pendiri dan eksekutif konsultan Constellation Research yang berbasis di Silicon Valley, seperti dilansir BBC, Sabtu (2/3/2024).

 

Apple telah menjajaki peluang lain di luar iPhone dan komputer, termasuk headset virtual reality Vision Pro yang baru saja diluncurkan. Perusahaan riset Counterpoint menyoroti bahwa keputusan tersebut diambil karena pasar untuk AI di perangkat elektronik konsumen sedang berkembang pesat.

"Data awal menunjukkan penjualan smartphone AI generatif akan melebihi 100 juta unit pada tahun 2024," kata analis seniornya, Ivan Lam.

Counterpoint memprediksi angka tersebut bisa mencapai lebih dari 500 juta pada tahun 2027. Sementara itu, permintaan untuk mobil listrik telah melambat dalam beberapa bulan terakhir karena biaya pinjaman yang tetap tinggi, membuat pasar semakin kompetitif karena para pemain utamanya berusaha menggaet pelanggan.

Dalam beberapa bulan terakhir, raksasa industri otomotif AS, Ford dan General Motors, telah menunda rencana untuk memperluas produksi mobil listrik. Pekan lalu, produsen truk listrik Rivian mengumumkan akan memangkas jumlah tenaga kerjanya sebesar 10 persen dan mengatakan bahwa mereka tidak memperkirakan adanya pertumbuhan dalam produksinya tahun ini.

Pada bulan Januari, Tesla juga memperingatkan, pertumbuhan penjualannya akan lebih lemah tahun ini dibandingkan tahun 2023. Perusahaan yang dipimpin oleh multi-miliarder Elon Musk ini telah memangkas harga di pasar-pasar utama di seluruh dunia, termasuk Eropa dan Cina, karena menghadapi persaingan ketat dari rival-rival Cina seperti BYD.

Elon Musk merespons di platform media sosial X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, terhadap laporan bahwa proyek Apple sedang dihentikan dengan emoji hormat dan sebatang rokok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement