Selasa 02 Apr 2024 11:52 WIB

Menanam Pohon di Tempat yang Salah Justru Buat Bumi Kian Panas

Ada sejumlah lokasi terbaik untuk menumbuhkan kembali hutan agar Bumi menjadi sejuk.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Menanam pohon di area yang salah sebenarnya dapat berkontribusi pada pemanasan global.
Foto: www.freepik.com
Menanam pohon di area yang salah sebenarnya dapat berkontribusi pada pemanasan global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menanam pohon di area yang salah sebenarnya dapat berkontribusi pada pemanasan global, menurut para ilmuwan. Akan tetapi, sebuah peta baru mengidentifikasi lokasi-lokasi terbaik untuk menumbuhkan kembali hutan dan mendinginkan planet ini.

Pohon dapat menyerap karbon dioksida dan merestorasi area hutan yang terdegradasi atau menanam anakan pohon untuk meningkatkan tutupan hutan. Hal ini merupakan salah satu cara untuk memerangi perubahan iklim.

Baca Juga

Namun dalam beberapa kasus, lebih banyak pohon berarti lebih sedikit sinar matahari yang dipantulkan kembali ke permukaan bumi dan semakin banyak panas yang diserap oleh planet ini, demikian menurut sebuah studi dalam jurnal Nature Communications.

"Ada beberapa tempat di mana menanam kembali pohon justru menyebabkan hasil negatif terhadap iklim," kata Susan Cook-Patton, salah satu penulis studi tersebut, seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (2/4/2024).

 

Para ilmuwan telah memahami bahwa mengembalikan tutupan pohon menyebabkan perubahan albedo, yakni jumlah radiasi matahari yang dipantulkan kembali ke permukaan planet ini. Namun mereka tidak memiliki alat untuk menjelaskannya.

Dengan menggunakan peta baru, para peneliti untuk pertama kalinya dapat mempertimbangkan efek pendinginan dari pepohonan dan pemanasan yang disebabkan oleh penurunan albedo.

Mereka menemukan bahwa proyek-proyek yang tidak memperhitungkan albedo ke dalam persamaan melebih-lebihkan manfaat iklim dari penambahan pohon antara 20 persen hingga 80 persen.

Namun, menurut Cook-Patton, peta-peta tersebut juga menyediakan alat untuk membantu para pembuat kebijakan mengidentifikasi tempat terbaik untuk menyalurkan sumber daya yang terbatas untuk memberikan dampak iklim yang maksimal.

"Masih ada banyak tempat di mana memulihkan tutupan pohon merupakan ide yang bagus untuk perubahan iklim. Kami hanya mencoba membantu orang menemukan tempat-tempat tersebut," kata Cook-Patton yang juga ilmuwan senior restorasi hutan di The Nature Conservancy.

Albedo tertinggi terdapat di daerah beku di dunia, dan salju serta es yang bersih seperti cermin dengan tingkat albedo yang tinggi dapat memantulkan hingga 90 persen energi matahari.

Albedo merupakan salah satu agen pendingin utama Bumi, bersama dengan daratan dan lautan yang menyerap kelebihan panas dan emisi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan bumi.

“Banyak negara telah berjanji untuk menanam miliaran pohon sebagai benteng melawan pemanasan global, namun tidak semua upaya tersebut memberikan dampak yang sama bagi planet ini,” demikian hasil penelitian ini.

Lingkungan tropis yang lembab seperti Amazon dan Lembah Kongo memiliki penyimpanan karbon yang tinggi dan perubahan albedo yang rendah, sehingga menjadi lokasi yang ideal untuk merestorasi tutupan hutan.

“Hal sebaliknya terjadi di padang rumput dan sabana yang beriklim sedang. Bahkan proyek-proyek di lokasi terbaik pun mungkin menghasilkan pendinginan 20 persen lebih rendah dari yang diperkirakan ketika perubahan albedo diperhitungkan,” kata Cook-Patton

Namun, ia menekankan bahwa merestorasi hutan memberikan manfaat yang tak terbantahkan bagi manusia dan planet ini, seperti mendukung ekosistem dan menyediakan udara dan air bersih, di antara banyak manfaat lainnya.

"Kami benar-benar tidak ingin pekerjaan kami menjadi kritik terhadap gerakan ini. Tapi kita tidak bisa menanam pohon di mana-mana, karena itu hanya membuang uang, waktu atau sumber daya,” kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement