REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mowilex Indonesia memasuki tahun ketujuhnya beruntun sebagai perusahaan yang terverifikasi netral karbon. Hal itu mencerminkan disiplin dalam jangka panjang pengelolaan emisi, sekaligus mempercepat transisi menuju penurunan emisi secara permanen yang berbasis infrastruktur panel surya.
Sejak pertama kali memverifikasi jejak karbonnya pada 2018, perusahaan secara konsisten meningkatkan cakupan dan ketelitian pengelolaan emisinya. Langkah itu mencakup seluruh Scope 1 dan Scope 2, serta elemen-elemen signifikan dari Scope 3. Perhitungan emisi diverifikasi secara independen oleh SCS Global sesuai standar akuntansi gas rumah kaca yang diakui secara internasional.
"Seiring berjalannya waktu, pengelolaan karbon tidak lagi menjadi sekadar laporan saja, tetapi sebuah prinsip yang secara langsung memengaruhi cara kami merencanakan penggunaan energi, menjalankan operasi, dan menentukan prioritas investasi," kata Chief Supply Chain Officer Mowilex Indonesia, Yossy Tresinya Prameswari dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (9/1/2025).
Sekitar 71 persen dari total konsumsi energi Mowilex berasal dari listrik, menjadikannya komponen terbesar dalam penggunaan energi perusahaan. "Pergeseran ini sangat penting dalam membuat penurunan emisi menjadi langkah yang praktis dan bisa diterapkan secara konsisten, bukan sekadar target ideal yang harus dicapai," kata Yossy.