Kamis 12 Feb 2026 14:40 WIB

Prodia Lanjutkan Program Skrining Demensia Gratis, Targetkan 20 Ribu Peserta

Demensia adalah penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, kemampuan berpikir.

Prodia menggulirkan program skrining demensia gratis pada 2026 dengan menargetkan 20 ribu peserta.
Foto: Prodia
Prodia menggulirkan program skrining demensia gratis pada 2026 dengan menargetkan 20 ribu peserta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Program deteksi dini demensia menjadi fokus PT Prodia Widyahusada Tbk untuk meningkatkan kesadaran masyarakat usia lanjut. Setelah berhasil menjangkau 40 ribu peserta pada 2024–2025, perusahaan menargetkan 20 ribu peserta pada 2026 di berbagai wilayah Indonesia.

Program skrining demensia gratis digelar untuk masyarakat berusia 50 tahun ke atas. Program ini disebut sejalan dengan pilar ESG perusahaan, khususnya aspek sosial melalui Promoting Healthcare Services for All, serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) nomor 3, Good Health and Well-Being.

Baca Juga

Demensia adalah penurunan fungsi kognitif, termasuk daya ingat, kemampuan berpikir, dan pemahaman bahasa, yang dapat memengaruhi kemandirian dan kualitas hidup. Deteksi dini dianggap penting untuk pencegahan dan penanganan sejak awal.

Data Alzheimer’s Disease International menyebutkan 55 juta orang di dunia hidup dengan demensia, dan jumlah ini diperkirakan meningkat tiga kali lipat pada 2050. Di Indonesia, pengidap demensia diperkirakan lebih dari 1,2 juta orang.

Direktur Business & Marketing Prodia, Indriyanti Rafi Sukmawati mengatakan, keberhasilan program skrining dimensia ini tidak terlepas dari tingginya keinginan dan antusiasme masyarakat sejak pertama kali program ini kami laksanakan. “Hal ini menandakan semakin tingginya tingkat kesadaran masyarakat, khususnya kelompok usia lanjut, terhadap risiko demensia serta kesadaran akan pentingnya deteksi dini sebagai langkah pencegahan untuk menjaga kualitas hidup di usia lanjut,” kata Indriyanti dalam siaran pers yang diterima pada Kamis (12/2/2026).

Pada 2026, skrining dilakukan bertahap di cabang Klinik Prodia, diawali dengan Kuesioner AD-8 INA dan dilanjutkan pemeriksaan MOCA-INA oleh dokter bagi peserta dengan skor ≥2. Peserta yang terindikasi penurunan fungsi kognitif diarahkan ke pemeriksaan lanjutan dan konsultasi dengan dokter spesialis saraf atau internis geriatri di Prodia Senior Health Centre di Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Sepanjang 2025, program ini menjangkau hampir 30 ribu peserta, melampaui target awal 20 ribu peserta, atau sekitar 140 persen. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 10 ribu peserta. Pencapaian ini didukung berbagai kegiatan edukasi publik mengenai pentingnya deteksi dini demensia.

AVP Business Prodia, Indri Marya Wulandari menambahkan, melalui program ini, peserta tidak hanya memperoleh layanan pemeriksaan, tetapi juga edukasi lanjutan serta rujukan untuk konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut sesuai kebutuhan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement