Kamis 10 Sep 2026 15:41 WIB

Brantas Abipraya Buka Akses Sertifikasi Kompetensi MSDM

Sertifikasi memberi pengakuan profesional atas kompetensi pengelolaan SDM.

Rep: M. Nursyamsyi/ Red: Satria K Yudha
Brantas Abipraya menggelar sertifikasi kompetensi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) bagi 100 peserta di Jakarta.
Foto: Brantas Abipraya
Brantas Abipraya menggelar sertifikasi kompetensi Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) bagi 100 peserta di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Brantas Abipraya (Persero) menggelar Sertifikasi Kompetensi Kerja Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) bagi 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Program tersebut terbuka bagi karyawan perusahaan, mahasiswa, serta mitra Brantas Abipraya.

Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal Brantas Abipraya Purnomo mengatakan, sertifikasi diberikan secara gratis kepada 100 peserta yang telah melalui proses seleksi.

Baca Juga

“Kegiatan ini memberikan akses sertifikasi secara gratis kepada 100 peserta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan,” ujar Purnomo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Program tersebut mendapat 300 pendaftar sebelum diseleksi menjadi 100 peserta. Menurut Purnomo, proses seleksi dilakukan untuk memilih peserta yang siap mengikuti tahapan sertifikasi dan memiliki komitmen mengembangkan kompetensinya.

“Kegiatan ini bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi menjadi bagian dari investasi Brantas Abipraya dalam membangun Human Capital yang kompeten dan siap menjawab tantangan industri,” ucap Purnomo.

Purnomo mengatakan, perkembangan industri konstruksi membuat kebutuhan terhadap kompetensi pengelolaan SDM semakin penting. Perubahan teknologi, digitalisasi, regulasi ketenagakerjaan, dan tuntutan tata kelola perusahaan turut memengaruhi kebutuhan kompetensi di bidang tersebut.

“Di tengah perubahan yang sangat cepat, kita tidak cukup hanya memiliki pengalaman. Kita harus memastikan bahwa pengalaman tersebut didukung oleh kompetensi yang terukur, pengetahuan yang terus diperbarui, serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” lanjut Purnomo.

Materi sertifikasi mencakup sejumlah kompetensi pengelolaan SDM, antara lain penyusunan kebutuhan tenaga kerja, analisis jabatan, penyusunan SOP, remunerasi, administrasi pengupahan, jaminan sosial, hubungan kerja, serta pembelajaran dan pengembangan SDM.

Purnomo mengatakan, pengelolaan SDM kini tidak hanya berkaitan dengan fungsi administratif, tetapi juga mencakup kesiapan sumber daya, kompetensi, organisasi, dan sistem untuk mendukung kebutuhan perusahaan.

“Ketika perusahaan ingin tumbuh, kita harus memastikan talent yang kita miliki siap untuk tumbuh dan bertransformasi. Ketika perusahaan menghadapi tantangan baru, kita harus memiliki insan yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan tersebut,” sambung dia.

Melalui program tersebut, Brantas Abipraya juga mendorong pengembangan kompetensi melalui sertifikasi profesional. Perusahaan berharap peserta dapat menggunakan pengetahuan yang diperoleh untuk meningkatkan kemampuan dan beradaptasi dengan kebutuhan industri.

“Perusahaan yang kuat adalah perusahaan yang memiliki manusia-manusia yang kompeten, berintegritas, adaptif, dan mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama,” kata Purnomo.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi