Selasa 29 Sep 2026 15:00 WIB

Siswa SD Turun ke Pantai, Belajar Kelola Sampah Secara Langsung

Pemberdayaan ekonomi dan lingkungan berjalan bersama di Legian.

Para pelajar sekolah dasar mengikuti aksi bersih-bersih pantai dalam rangkaian Bigger Dream 2026 yang digelar MMSGI di Pantai Legian, Bali, Ahad (27/9/2026).
Foto: MMSGI
Para pelajar sekolah dasar mengikuti aksi bersih-bersih pantai dalam rangkaian Bigger Dream 2026 yang digelar MMSGI di Pantai Legian, Bali, Ahad (27/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemberdayaan masyarakat di kawasan wisata tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi, tetapi juga pengelolaan lingkungan yang melibatkan warga dan generasi muda. Pendekatan tersebut dilakukan melalui dukungan kepada pelaku UMKM di Pantai Legian serta edukasi pengelolaan sampah bagi siswa sekolah dasar.

Rangkaian kegiatan tersebut digelar dalam MMSGI Connect 2026 di Bali dengan melibatkan MMS Group Indonesia (MMSGI), Yayasan Life After Mine (LINE), dan MMS Land melalui Pullman Bali Legian Beach. Program mencakup dukungan fasilitas bagi pelaku UMKM, aksi bersih pantai, serta edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah.

Baca Juga

Di kawasan Pantai Legian, sebanyak 20 unit parasol dan sembilan tempat sampah pilah diserahkan kepada UMKM melalui PUBDA Legian. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menunjang aktivitas pelaku usaha yang beroperasi di kawasan pantai sekaligus mendukung kenyamanan pengunjung.

Pada aspek lingkungan, program Bigger Dream 2026 melibatkan 150 siswa dan 25 guru SD Negeri 1 Legian, 30 karyawan MMSGI, serta komunitas Malu Dong Bali. Rangkaian kegiatan diawali dengan aksi bersih pantai di Pantai Legian pada Ahad (27/9).

Para siswa kemudian mengikuti edukasi pengelolaan sampah melalui metode “Lihat, Pungut, Pilah, Buang”. Mereka diajak mengenali jenis sampah, memilah berdasarkan kategori, serta memahami pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai.

Untuk mendukung penerapan kebiasaan tersebut di sekolah, SD Negeri 1 Legian menerima fasilitas pengelolaan sampah berupa tempat sampah terpilah, bottle press, tumbler, dan perlengkapan kebersihan. Komunitas Malu Dong Bali juga mendapat eco vest dan drop box sampah untuk mendukung kegiatan pengumpulan sampah di kawasan Pantai Legian.

CEO MMSGI Sendy Greti mengatakan, pemberdayaan masyarakat perlu diterjemahkan dalam kegiatan yang memberikan manfaat langsung sekaligus melibatkan berbagai pihak.

“Bagi kami, koneksi menjadi lebih bermakna ketika dapat diterjemahkan menjadi pemberdayaan. Melalui dukungan kepada pelaku UMKM, edukasi bagi anak-anak, serta kolaborasi dengan sekolah dan komunitas, kami ingin menghadirkan manfaat yang dapat terus tumbuh bagi masyarakat sekaligus lingkungan,” ujar Sendy dalam siaran pers, Selasa (29/9/2026).

Kepala SD Negeri 1 Legian Noor Octa Fiyanti mengatakan, kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam memahami pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan.

“Dengan belajar mengelola sampah secara sirkular hari ini, anak-anak sedang menjaga masa depan mereka sendiri,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan tersebut mempertemukan pemberdayaan ekonomi lokal dengan edukasi dan aksi lingkungan di kawasan wisata. Keterlibatan sekolah, komunitas, pelaku UMKM, dan perusahaan menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat dilakukan bersamaan dengan penguatan aktivitas masyarakat di tingkat lokal.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi