Kamis 22 Oct 2026 16:29 WIB

Strategi PLN UIP2B JAMALI Kawal Transisi Energi Terbarukan

Pastikan sistem jaringan siap tampung kapasitas besar pembangkit surya.

Pekerja menyelesaikan pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 Kv di Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (19/6/2025). Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 14,7 hektar aset dari PT Perkebunan Nusantara tersebut merupakan bagian dari pembangunan jaringan Jawa-Bali Connection oleh PLN (persero) UIP JBTB yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sebagai upaya memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Foto: ANTARA FOTO/Budi Candra Setya
Pekerja menyelesaikan pembangunan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 500 Kv di Kalipuro, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (19/6/2025). Proyek yang dibangun di atas lahan seluas 14,7 hektar aset dari PT Perkebunan Nusantara tersebut merupakan bagian dari pembangunan jaringan Jawa-Bali Connection oleh PLN (persero) UIP JBTB yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional sebagai upaya memperkuat sistem kelistrikan Jawa-Bali.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) kini menjadi bagian penting dalam strategi transformasi energi nasional. Presiden RI Prabowo Subianto telah meluncurkan program pembangunan PLTS dengan kapasitas total 100 Giga Watt peak (GWp) di berbagai wilayah Indonesia.

Sebanyak 11 dari 14 proyek PLTS tahap awal berada di wilayah Jawa dan Bali. Sebagai unit pengatur sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali, PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B JAMALI) bersama unit pelaksana di bawahnya terus memperkuat kesiapan sistem untuk mengantisipasi pertumbuhan pembangkit energi baru terbarukan.

Baca Juga

General Manager PLN UIP2B JAMALI Munawwar Furqan mengatakan, perkembangan sistem ketenagalistrikan saat ini semakin dinamis. Pertumbuhan beban, perubahan pola pembangkitan, digitalisasi operasi, hingga bertambahnya energi baru terbarukan membuat sistem pengaturan perlu terus menyesuaikan diri.

“Transformasi energi bukan hanya soal menambah pembangkit energi baru terbarukan, tetapi juga memastikan sistem mampu mengelola karakteristik pembangkit yang semakin beragam. Oleh karena itu, PLN terus mempersiapkan teknologi, proses operasi, dan kompetensi sumber daya manusia agar sistem siap menghadapi peningkatan penetrasi energi baru terbarukan,” ujar Munawwar.

Berbeda dengan pembangkit konvensional, produksi listrik dari PLTS dipengaruhi oleh intensitas sinar matahari dan kondisi cuaca sehingga dapat berubah sepanjang waktu. Dinamika tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu diperhitungkan dalam pengaturan sistem kelistrikan, terutama untuk menjaga keseimbangan antara pasokan pembangkitan dan kebutuhan listrik.

Untuk mengantisipasi perubahan tersebut, PLN UIP2B JAMALI memperkuat pemantauan dan pengendalian sistem berbasis teknologi digital. Salah satu langkah utamanya dilakukan melalui modernisasi Supervisory Control and Data Acquisition - Energy Management System (SCADA-EMS).

Teknologi ini berperan penting dalam memantau, mengendalikan, dan mendukung optimalisasi operasi sistem tenaga listrik secara real-time. Modernisasi SCADA-EMS tersebut dilakukan secara bertahap demi memastikan kelancaran operasional di lapangan.

Proses migrasi dari sistem lama ke sistem baru telah berhasil dilaksanakan pada 3 Juni 2026 dan kini memasuki tahap operasi paralel. Seluruh tahapan dilakukan secara teratur dengan berbagai mitigasi risiko agar tidak mengganggu kontinuitas pasokan listrik kepada pelanggan.

Implementasi penuh dari sistem modern ini ditargetkan rampung pada akhir 2026. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan teknologi pengaturan yang mampu mengikuti perkembangan sistem kelistrikan yang semakin kompleks dan dinamis.

Tidak hanya mengandalkan teknologi, kesiapan juga dibangun melalui penyusunan dan evaluasi pola operasi secara berkala. Pengatur sistem perlu memahami perubahan pembangkitan, kondisi jaringan, dan kebutuhan beban untuk menentukan pola operasi yang sesuai.

 

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi