Jumat 23 Oct 2026 18:00 WIB

UMB Jadi Kampus Percontohan Pemilahan dan Pengolahan Sampah

Perguruan tinggi berperan membangun kebiasaan ramah lingkungan.

Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.
Foto: UMB
Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perguruan tinggi memiliki peran dalam mengatasi persoalan sampah perkotaan melalui penerapan pemilahan dan pengolahan sampah di lingkungan kampus. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih, praktik tersebut dapat menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran dan kebiasaan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Universitas Mercu Buana (UMB) menjadi salah satu perguruan tinggi yang mendapat pengakuan atas upaya pengelolaan sampah di lingkungan kampus. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat memberikan penghargaan kepada UMB sebagai Kampus Percontohan Pemilahan dan Pengolahan Sampah.

Baca Juga

Penghargaan tersebut tertuang dalam sertifikat bertanggal 1 Oktober 2026 yang ditandatangani Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah. Pengakuan diberikan atas komitmen, inovasi, dan kontribusi UMB dalam pengelolaan sampah serta dukungannya terhadap upaya mewujudkan Jakarta yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Iin berharap perguruan tinggi dapat berperan lebih luas dalam mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan. Menurut dia, kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah diperlukan untuk menghasilkan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Iin juga berharap UMB terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat. Kerja sama dengan pemerintah daerah, termasuk dalam pengelolaan lingkungan, diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Pengelolaan sampah di lingkungan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pemilahan dan pengolahan. Kampus juga memiliki kesempatan untuk mengintegrasikan kesadaran lingkungan ke dalam kegiatan pendidikan dan aktivitas sehari-hari.

Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyah,menekankan pentingnya pendidikan yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. "Keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup hanya diukur dari pencapaian akademik, tetapi juga dari kontribusinya terhadap lingkungan dan masyarakat," kata Andi dalam siaran pers, Jumat (23/10/2026).

Pandangan tersebut sejalan dengan tema Dies Natalis ke-41 UMB, Education to Improve Quality of Life. Melalui tema tersebut, universitas menempatkan peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai salah satu tujuan penyelenggaraan pendidikan.

Andi menyampaikan bahwa penghargaan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat menjadi dorongan bagi UMB untuk melanjutkan kontribusinya dalam pengelolaan lingkungan. Upaya tersebut diharapkan tidak hanya dilakukan melalui pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga melalui penerapan praktik yang mendukung keberlanjutan.

Pemilahan dan pengolahan sampah merupakan salah satu langkah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Penerapannya di perguruan tinggi juga membuka peluang untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Penghargaan sebagai kampus percontohan diharapkan menjadi momentum bagi UMB untuk menjaga konsistensi pengelolaan sampah. Kolaborasi dengan pemerintah daerah juga diharapkan terus berlanjut dalam mendukung pengelolaan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan.

Berita Lainnya

Rekomendasi