Jumat 30 Oct 2026 11:35 WIB

SDM dan AI Jadi Penentu Produktivitas Perusahaan

Pengembangan SDM perlu dilakukan untuk kemajuan usaha

TOP Human Capital Awards 2026
Foto: TOP Human Capital Awards 2026
TOP Human Capital Awards 2026

JAKARTA — Pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan. Perusahaan perlu memastikan investasi pada teknologi berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan karyawan agar berdampak terhadap kinerja bisnis.

Direktur Bina Infrastruktur dan Tenaga Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan, Teguh Djatmiko, mengatakan pengembangan SDM perlu menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Menurut dia, keunggulan perusahaan di tengah persaingan modern tidak hanya ditentukan oleh modal dan teknologi, tetapi juga kompetensi manusia serta budaya kerja.

“Perusahaan yang investasi ke manusia berarti investasi ke masa depan,” kata Teguh dalam acara puncak TOP Human Capital Awards 2026 di Hotel Raffles Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Teguh mengatakan, perusahaan juga perlu mengubah cara mengukur keberhasilan program pelatihan karyawan. Evaluasi tidak cukup dilakukan dengan menghitung jumlah peserta yang mengikuti pelatihan, tetapi harus melihat kontribusinya terhadap peningkatan kinerja perusahaan.

“Keberhasilan pelatihan pun tak lagi diukur dari jumlah peserta, tetapi dari dampaknya ke kinerja perusahaan,” ujarnya.

Di sisi lain, perkembangan AI turut mengubah cara perusahaan mengelola SDM dan menjalankan pekerjaan. Ketua Umum Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia, Dudi Arisandi, menilai perusahaan perlu menyesuaikan pendekatan produktivitas seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi dalam proses bisnis.

“Produktivitas kini dimaknai sebagai human plus AI,” kata Dudi.

Menurut Dudi, konsep tersebut menempatkan manusia dan teknologi sebagai unsur yang saling melengkapi. Manusia memberikan konteks dan arahan, sedangkan AI membantu menerjemahkan kebutuhan tersebut menjadi pekerjaan yang dapat dijalankan, termasuk untuk analisis dan pemrograman atau coding.

Perubahan itu menuntut perusahaan mempersiapkan karyawan agar mampu bekerja berdampingan dengan teknologi. Penguasaan keterampilan baru, kemampuan beradaptasi, dan budaya belajar berkelanjutan menjadi semakin penting agar pemanfaatan AI dapat mendukung produktivitas.

Selain pengembangan keterampilan, pengelolaan SDM juga perlu diselaraskan dengan strategi dan tujuan bisnis. Fungsi human capital tidak lagi terbatas pada administrasi kepegawaian, tetapi mencakup pengembangan talenta dan kapabilitas karyawan yang mendukung kinerja organisasi.

Ketua Dewan Juri TOP Human Capital Awards 2026, Prof. Budi Widjaja Soetjipto, mengatakan pengukuran dampak program pengembangan SDM diperlukan untuk memastikan investasi perusahaan memberikan hasil yang dapat dievaluasi.

“Pengukuran dampak program human capital menjadi penting agar investasi pengembangan karyawan dapat dievaluasi dan diperbaiki secara berkelanjutan,” tutur Budi.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara TOP Human Capital Awards 2026 sekaligus Pemimpin Redaksi Majalah TopBusiness, M. Lutfi Handayani, mengatakan sebanyak 142 perusahaan mengikuti ajang tersebut pada 2026. Jumlah peserta meningkat sekitar tujuh persen dibandingkan penyelenggaraan pada tahun sebelumnya.

TOP Human Capital Awards 2026 mengusung tema Unlocking Human Potential for Sustainable Business Excellence. Penilaian mencakup enam aspek, yakni kepemimpinan strategis human capital, pengelolaan potensi dan talenta, pembelajaran dan keterampilan masa depan, pengalaman karyawan dan budaya berkinerja tinggi, digitalisasi human capital dan pemanfaatan AI, serta dampak bisnis dan keberlanjutan.

Di tengah percepatan adopsi teknologi, perusahaan juga perlu memastikan penggunaan AI dan data dilakukan secara bertanggung jawab. Aspek privasi, keamanan, akuntabilitas, serta pengawasan manusia menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi di lingkungan kerja.

Dengan demikian, tantangan perusahaan tidak berhenti pada adopsi teknologi atau penyelenggaraan pelatihan. Investasi tersebut perlu diarahkan untuk memperkuat kompetensi karyawan, meningkatkan produktivitas, dan menjaga daya saing perusahaan secara berkelanjutan.

Berita Lainnya

Rekomendasi