Jumat 30 Oct 2026 22:00 WIB

MHU Tekan Emisi, Perkuat Transparansi ESG

Reklamasi pascatambang berkontribusi terhadap penyerapan karbon perusahaan.

PT Multi Harapan Utama menerima penghargaan transparansi ESG.
Foto: MHU
PT Multi Harapan Utama menerima penghargaan transparansi ESG.

 

JAKARTA – PT Multi Harapan Utama (MHU) mencatat penurunan emisi karbon sebesar 41,34 persen pada 2024 dibandingkan tahun sebelumnya melalui sejumlah program efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan. Anak perusahaan MMS Group Indonesia (MMSGI) tersebut juga memperkuat transparansi pelaporan lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) untuk memastikan kinerja keberlanjutan dapat diukur dan dipertanggungjawabkan.

Baca Juga

Presiden Direktur MHU Kemal Djamil Siregar mengatakan, pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan perlu disertai pengungkapan informasi yang transparan. Menurut Kemal, prinsip keberlanjutan harus tercermin dalam kegiatan operasional maupun program pemberdayaan masyarakat.

“Keberlanjutan harus tercermin dalam kinerja nyata sekaligus disampaikan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kami terus berupaya memastikan bahwa inisiatif yang dijalankan memberikan dampak yang terukur, baik dalam pengelolaan lingkungan, pengurangan emisi, maupun penguatan kemandirian masyarakat,” ujar Kemal dalam keterangannya, Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan catatan perusahaan, total emisi Scope 1 dan Scope 2 MHU pada 2024 mencapai 275.065,53 ton setara karbon dioksida (CO₂e). Sementara itu, emisi Scope 1 turun 40,89 persen dibandingkan tahun dasar 2021, melampaui target pengurangan sebesar delapan persen yang ditetapkan untuk 2030.

Penurunan emisi tersebut didukung penerapan program HYDRUM yang memanfaatkan teknologi hibrida untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar armada dump truck. MHU juga mengoptimalkan penggunaan energi operasional dan menerapkan sistem ITIMER untuk memantau waktu mesin kendaraan menyala tanpa aktivitas (idle time) berbasis data.

Selain itu, perusahaan mulai menguji coba penggunaan dump truck listrik SANY 445 EV di Loa Kulu, Kutai Kartanegara. Langkah ini menjadi salah satu upaya MHU mengembangkan teknologi operasional pertambangan dengan emisi lebih rendah.

Pada 2024, reklamasi lahan pascatambang juga mencatat kontribusi penyerapan karbon sebesar 273.419 ton CO₂e berdasarkan perhitungan perusahaan. Dalam pengukuran emisi, MHU mengacu pada standar ISO 14064-1 dan pedoman Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Perusahaan turut melaporkan kinerja lingkungan melalui Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Kementerian Lingkungan Hidup. Pelaporan tersebut menjadi salah satu instrumen untuk mendukung akuntabilitas pengelolaan lingkungan perusahaan.

Atas pengungkapan kinerja keberlanjutan tersebut, MHU memperoleh penghargaan Distinction in ESG Disclosure dalam ajang Investortrust ESG Awards 2026 di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi terhadap transparansi pelaporan ESG perusahaan.

MHU juga meraih penghargaan Green Achievement in Emission Reduction dan Ruby Achievement in Emission Transparency dalam ajang The Best Corporate Transparency and Emission Reduction Awards 2026.

Selain aspek lingkungan, MHU menjalankan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) untuk memperkuat ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional. Salah satunya melalui pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Payang Sejahtera yang telah didampingi sejak 2017.

Omzet BUMDes Payang Sejahtera meningkat dari Rp4,6 miliar pada 2019 menjadi Rp27,6 miliar pada 2023. Program tersebut mencatat nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 4,27.

MHU juga mengembangkan fasilitas air bersih melalui pemanfaatan lubang bekas tambang (void) dan teknologi Pompa Hydram di Desa Sungai Payang. Infrastruktur dengan jaringan distribusi sepanjang lebih dari 3,6 kilometer tersebut telah memberikan akses air bersih kepada 582 kepala keluarga.

Sementara itu, program Rumah Cokelat Lung Anai mendorong pengolahan kakao untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Menurut perusahaan, program tersebut telah membantu meningkatkan pendapatan lebih dari 100 petani hingga lima kali lipat.

Program pemberdayaan tersebut, bersama pengembangan KUBE Koetai Harapan Utama, turut mengantarkan MHU meraih Impactful Program Awards dalam Investortrust CSR Awards 2026.

Dari sisi tata kelola, MHU menyelaraskan program tanggung jawab sosial perusahaan dengan Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM). Pelaksanaannya mencakup penyusunan rencana kerja tahunan, penetapan indikator kinerja, pelibatan masyarakat termasuk masyarakat adat, serta pemantauan dan evaluasi.

Penguatan kapasitas pengelola BUMDes dan pengukuran manfaat sosial melalui SROI juga dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program. MHU menyatakan akan terus mengintegrasikan prinsip Good Mining Practice dan ESG dalam kegiatan pertambangan untuk mendukung pengelolaan lingkungan dan pembangunan masyarakat sekitar.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi