Rabu 20 Sep 2023 08:23 WIB

Fokus Kesehatan, Grup MIND ID Bangun 21 Unit Toilet dan Tempat Sampah di Belitung

Pembangunan fasilitas kesehatan bagian dari 11 program strategis PT Timah

Dalam upaya penyehatan sanitasi, PT Timah Tbk memberikan bantuan berupa pembuatan toilet dan tempat sampah di Kabupaten Belitung sebanyak 21 unit. Dari jumlah tersebut, 16 unit toilet dan tempat sampah ada di Desa Badau, sedangkan lima unit lainnya berada di Desa Cerucuk.
Foto: Dok MIND ID
Dalam upaya penyehatan sanitasi, PT Timah Tbk memberikan bantuan berupa pembuatan toilet dan tempat sampah di Kabupaten Belitung sebanyak 21 unit. Dari jumlah tersebut, 16 unit toilet dan tempat sampah ada di Desa Badau, sedangkan lima unit lainnya berada di Desa Cerucuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID berupaya mewujudkan kesehatan masyarakat di lingkungan pertambangan. Hal itu diwujudkan melalui salah satu anggotanya, PT Timah Tbk, yang menjalankan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan berupa Peningkatan Akses dan Mutu Layanan Kesehatan Masyarakat juga Penyehatan Sanitasi Pemukiman Komunitas.

Langkah ini merupakan salah satu dari 11 program strategis PT Timah Tbk. Adapun 10 di antaranya dirancang untuk ikut terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB).

“Salah satu fokus TJSL PT Timah Tbk ada pada sektor kesehatan, yakni berupa berupa Peningkatan Akses dan Mutu Layanan Kesehatan Masyarakat juga Penyehatan Sanitasi Pemukiman Komunitas. Program-program TJSL tersebut mengadaptasi konsep TPB atau Sustainable development goals (SDG’),” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf.

Dalam upaya penyehatan sanitasi, PT Timah Tbk memberikan bantuan berupa pembuatan toilet dan tempat sampah di Kabupaten Belitung sebanyak 21 unit. Dari jumlah tersebut, 16 unit toilet dan tempat sampah ada di Desa Badau, sedangkan lima unit lainnya berada di Desa Cerucuk.

Program ini sekaligus menjadi wujud nyata dukungan PT Timah Tbk dalam percepatan program Open Defecation Free (ODF) atau Bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Program ini juga menjadi salah satu program menuju masyarakat sehat.

Program bantuan yang diberikan PT Timah Tbk pun diapresiasi oleh Kepala Desa Badau, Irawan Sumantri.

Selanjutnya, Irawan berharap agar PT Timah Tbk terus memberikan dukungan dan bantuan melalui TJSL di Desa Badau.

“Warga yang mendapatkan bantuan toilet ini sebelumnya memang belum memiliki toilet. Dengan bantuan ini, PT Timah Tbk mendukung percepatan program ODF di Desa Badau,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Kepala Desa Cerucuk, Kusmadi, yang mengapresiasi langkah PT Timah Tbk. Menurut Kusmadi, bantuan dari PT Timah Tbk sangat diperlukan dalam mendukung program percepatan ODF.

“Sebelumnya, lima warga yang mendapat bantuan dari PT Timah Tbk memang belum memiliki toilet. Kami mengapresiasi langkah PT Timah Tbk dan semoga perusahaan terus jaya dan maju,” ucapnya.

Sementara itu, Program PT Timah Tbk sejalan dengan permasalahan yang ada di beberapa wilayah Belitung. Saat ini baru ada satu dari tujuh kabupaten/kota yang sudah bebas BAB sembarangan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Andri Nurtito menyatakan Belitung Timur sebagai satu-satunya kabupaten bebas BAB atau ODF. Adapun enam kabupaten/kota yang belum sepenuhnya bebas BAB sembarangan, di antaranya Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Barat, Bangka Selatan, Belitung, dan Kota Pangkalpinang.

“Perilaku BAB sembarangan menjadi permasalahan serius yang menjadi salah satu faktor penyebab stunting. Oleh karena itu, perlu upaya bersama untuk menjadikan Babel bebas BAB sembarangan,” kata Andri Nurtito.

BAB sembarangan dapat memicu sumber infeksi dari lalat yang hinggap di makanan. Hal itu tak menutup kemungkinan anak-anak akan makan dari piring yang tercemar atau makanan dari lalat yang membawa makanan dari kotoran tersebut.

Dari sinilah akan terjadi infeksi yang menyebabkan anak demam, tidak mau makan, dan terjadi stunting. Oleh sebab itu, PT Timah Tbk berupaya untuk membantu dan mendukung sepenuhnya dalam mengatasi permasalahan tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement