Selasa 20 Feb 2024 20:02 WIB

KLHK Sebut Indeks Kualitas Air 2023 Alami Perbaikan

Indeks kualitas air di 2023 mencapai 54,59 poin.

Petugas saat mendistribusikan air bersih kepada warga (ilustrasi).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas saat mendistribusikan air bersih kepada warga (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyampaikan terjadi perbaikan Indeks Kualitas Air pada 2023 jika dibandingkan 2022, yakni terlihat dengan adanya peningkatan provinsi dan kabupaten/kota yang mencapai target.

"Terjadi peningkatan Indeks Kualitas Air, ini ada di provinsi yang tahun 2022 itu 41 persen yang meningkat kemudian menjadi 50 (persen). Dari kabupaten/kota yang dulu 44 persen yang meningkat, tahun ini meningkat menjadi 56 persen. Jadi ada perbaikan kualitas lingkungan," kata Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) KLHK Sigit Reliantoro dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (20/2/2024).

Baca Juga

Berdasarkan data KLHK, Indeks Kualitas Air pada 2023 mencapai 54,59 poin atau mengalami kenaikan dari 53,88 poin pada tahun sebelumnya. Hasil tersebut berdasarkan pemantauan di 14 ribu titik monitoring dan 347 titik pemantauan Onlimo yang dilakukan secara daring dan realtime.

Sigit menjelaskan, jika dilakukan perbandingan matriks perubahan kualitas air antara 2022 dan 2023 maka 18 persen titik pantau mengalami perbaikan kualitas. Sebanyak 67 persen titik pantau dengan kualitas air tetap dan 15 persen mengalami penurunan.

 

Beberapa wilayah yang menunjukkan perbaikan termasuk beberapa titik pemantauan di Sungai Dangin di Bali, Sungai Bener di Jawa Tengah, serta sejumlah titik di Sungai Citarum dan Sungai Ciliwung yang berada di Jawa Barat. Titik yang mengalami peningkatan kualitas ekstrem dari cemar berat menjadi kategori memenuhi termasuk Sungai Talang Sebaris di Bengkulu, Sungai Pikatan di Jawa Timur serta Sungai Kepoh dan Ulim di Kepulauan Bangka Belitung.

Beberapa titik pemantauan mengalami penurunan kualitas air ekstrem, termasuk satu titik di Sungai Nipa-Nipa di Sulawesi Selatan.

"Informasi ini juga kita juga sampaikan kepada pemerintah daerah sehingga mereka juga bisa merespons dengan membuat program-program perbaikan untuk daerah-daerah yang mengalami penurunan kualitas air," kata Sigit.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement