Jumat 08 Mar 2024 13:43 WIB

Rekosistem Kelola 35 Ribu Ton Sampah Sepanjang 2023 

Rekosistem menyuplai 5.800 ton sampah jadi biofuel dan sumber energi terbarukan.

Rep: Fergi Nadira B/ Red: Gita Amanda
Warga menukarkan sampah kertas di Waste Station Blok M, Jakarta, Rabu (30/1/2024). Waste Station merupakan stasiun daur ulang Rekosistem yang didirikan di beberapa titik di Jakarta dalam rangka mengurangi hingga 30 persen sampah di Jakarta.
Foto: Republika/Thoudy Badai
Warga menukarkan sampah kertas di Waste Station Blok M, Jakarta, Rabu (30/1/2024). Waste Station merupakan stasiun daur ulang Rekosistem yang didirikan di beberapa titik di Jakarta dalam rangka mengurangi hingga 30 persen sampah di Jakarta.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Startup climate-tech Indonesia, Rekosistem berhasil mengelola 35 ribu ton sampah sepanjang 2023 dalam upaya berkontribusi dalam pengelolaan sampah di Indonesia secara optimal dan berdampak. Angka ini naik 84,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

CEO dan Co-Founder Rekosistem, Ernest Layman mencatat peningkatan signifikan dari teknologi Rekosistem, seperti pengelolaan sampah daur ulang menghasilkan total 13.100 ton atau mengalami peningkatan sebesar 435 persen dibandingkan tahun 2022. Selain itu, Rekosistem berhasil menyuplai 5.800 ton sampah untuk menjadi biofuel dan sumber energi terbarukan.  

Baca Juga

"Melalui pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular, Rekosistem juga berhasil menghasilkan penghematan karbon sebesar 16.167 ton pada tahun 2023 dari pengelolaan dan pemrosesan sampah dengan pendekatan berkelanjutan," ujar Ernest dalam laporan Rekosistem 2023 di Jakarta pada Kamis (7/3/2024).

Menurut dia, pertumbuhan pesat ini didukung oleh perusahaan-perusahaan dan masyarakat yang telah mempercayai Rekosistem dalam mengolah sampah secara transparan dan dengan prinsip ekonomi sirkular. Melalui aplikasi Rekosistem, kata dia, para pelanggan dapat mengukur dampak nyata mereka terhadap lingkungan dan komunitas.  

"Atas pencapaian ini, aplikasi Rekosistem berhasil meraih penghargaan honorable mentions di Google Play’s Best of 2023 Indonesia pada kategori Best Apps for Good. Kami juga terus membuka fasilitas baru untuk dapat menopang antusiasme pelanggan kami dalam mengelola sampah mereka,” ucap Ernest Layman.

photo
Warga menukarkan sampah kertas di Waste Station Blok M, Jakarta, Rabu (30/1/2024). Waste Station merupakan stasiun daur ulang Rekosistem yang didirikan di beberapa titik di Jakarta dalam rangka mengurangi hingga 30 persen sampah di Jakarta. - (Republika/Thoudy Badai)

 

Selain mendaur ulang bahan-bahan sampah seperti botol plastik, Rekosistem juga memanfaatkan sampah yang sulit didaur ulang untuk menjadi material alternatif, bahkan energi terbarukan. COO dan Co-Founder Rekosistem, Joshua Valentino mengatakan, Rekosistem masih berfokus sebagai solusi pengelolaan sampah di kawasan pemukiman dan kolaborasi dengan pemerintah atau perusahaan swasta di  pulau Jawa. 

"Kami berencana untuk memperluas layanan dan meningkatkan daerah cakupan untuk meningkatkan efisiensi, keberlanjutan, dan dampak lingkungan dan harapannya agar lebih banyak individu, bisnis, pemerintah dan organisasi sadar akan pentingnya perencanaan dan penerapan tata kelola manajemen sampah di seluruh lini yang lebih ideal melalui pendekatan ekonomi sirkular dan waste-to-energy," ujarnya.

Selain itu, Rekosistem akan terus meningkatkan teknologi pengelolaan sampah dengan menggunakan sistem pengelolaan sampah terintegrasi yaitu penerapan Internet of Things (IoT) dan Machine Learning (ML) untuk menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi pengumpulan sampah. Tujuannya untuk dapat bisa membangun kapasitasi pengelolaan sampah hingga 20 ribu on per bulan di 2025.

Ernest menambahkan, kesadaran masing-masing individu bersama dengan pelaku bisnis dan pemerintah tentunya dapat mendorong pertumbuhan sektor ESG yang lebih eksponensial. "Hal ini tak lain demi menciptakan cita-cita bersama yaitu demi masa depan yang hijau, masa depan yang hijau, bebas polusi, dan sehat. Setiap langkah yang kita lakukan sekarang, besar atau kecil, akan berdampak pada linimasa mimpi besar tersebut," ujar Ernest.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement