Kamis 18 Apr 2024 21:22 WIB

California akan Memiliki Pembangkit Listrik Penyimpanan Baterai Terbesar di Dunia

'Battery Plant' buatan Calpine Corporation akan beroperasi pada akhir 2024.

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Nora Azizah
Battery plant atau pembangkit listrik penyimpanan baterai bernama Nova Power Bank besutan Calpine Corporation di California, Amerika Serikat, disebut akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
Foto: www.sk.com
Battery plant atau pembangkit listrik penyimpanan baterai bernama Nova Power Bank besutan Calpine Corporation di California, Amerika Serikat, disebut akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Battery plant atau pembangkit listrik penyimpanan baterai bernama Nova Power Bank besutan Calpine Corporation di California, Amerika Serikat, disebut akan menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Beroperasi pada akhir 2024, pabrik itu menjanjikan untuk menopang jaringan listrik California selama puncak musim panas.

Dikutip dari laman Reuters, Kamis (18/4/2024), bank baterai lithium-ion tersebut memiliki kapasitas 680 megawatt (MW). Angka itu merupakan jumlah yang besar, bahkan untuk ukuran California, yang memiliki sekitar 55 persen kapasitas penyimpanan listrik di AS.

Baca Juga

Nova Power Bank mampu memberi daya pada sekitar 680 ribu rumah hingga empat jam, jika diisi dayanya. Calpine akan mengoperasikan 620 MW bank tersebut secara daring dalam dua tahap tahun ini mulai musim panas, lantas melanjutkan sisa 60 MW pada 2025.

"Pembangkit ini akan membantu menstabilkan jaringan listrik, terutama untuk tujuan keandalan,” kata manajer strategis Calpine, Emily Precht, pada konferensi pers untuk mengungkap proyek tersebut di Menifee, California.

Selain memenuhi kebutuhan listrik, Nova Power Bank diyakini akan membantu California mencapai tujuan iklim yang ambisius. Proyek bernilai miliaran dolar itu diharapkan akan membantu meningkatkan industri energi terbarukan di negara bagian tersebut.

Menyimpan listrik kini dianggap penting dalam perluasan energi terbarukan. Pasalnya, upaya itu memungkinkan listrik yang dihasilkan saat matahari bersinar atau angin bertiup dapat digunakan pada sore hari ketika konsumen sangat membutuhkannya.

California adalah pionir yang mewajibkan perusahaan utilitasnya untuk mulai mengadakan penyimpanan energi lebih dari satu dekade lalu.  Negara bagian ini diperkirakan membutuhkan sekitar 50 gigawatt penyimpanan baterai untuk memenuhi targetnya pada tahun 2045 untuk mendapatkan seluruh listriknya dari sumber bebas karbon.

Calpine terkenal karena armada pembangkit listrik tenaga gasnya, memiliki kapasitas baterai sekitar 2.000 MW yang sedang dikembangkan. Sementara itu, kapasitas baterai telah meningkat secara drastis di California sejak 2020, ketika dilakukan pemadaman listrik bergilir selama gelombang panas di musim panas.

Hal itu mendorong pejabat negara bagian untuk meluncurkan pengadaan darurat. Selain itu, kini proyek baterai sebesar ratusan megawatt menjadi lebih umum. Sistem dengan skala sebesar itu sudah ada atau sedang dikembangkan di California dan Florida di AS, juga di Australia, Inggris, dan China.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement