Jumat 28 Feb 2025 11:44 WIB

AS Kabur, Dunia Harapkan Kepemimpinan Cina dalam Isu Iklim

Upaya Cina meningkatkan kapasitas energi surya diapresiasi.

Rep: Lintar Satria / Red: Satria K Yudha
Para petugas membersihkan panel surya di area pembangkitan listrik fotovoltaik berkapasitas 500.000 kilowatt di Ordos, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, China, Selasa (30/5/2023).
Foto: ANTARA FOTO/M. Irfan Ilmie
Para petugas membersihkan panel surya di area pembangkitan listrik fotovoltaik berkapasitas 500.000 kilowatt di Ordos, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, China, Selasa (30/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden Pertemuan Perubahan Iklim PBB (COP30) di Brasil, Andrea Aranha Correa do Lago, mengatakan Cina memainkan peran yang sangat penting dalam mengatasi perubahan iklim. Ia mengatakan negara-negara lain mungkin akan melihat kepemimpinan negara Asia itu di isu iklim.

Correa do Lago ditanya mengenai potensi peran Cina setelah Amerika Serikat (AS) mundur dari upaya mengatasi perubahan iklim. Ia mengatakan Cina memainkan peran besar dalam menyediakan solusi dalam jumlah signifikan selama bertahun-tahun.

Baca Juga

"Kami harus bekerja sama lebih kuat lagi dengan Cina karena Cina sudah memiliki sejumlah jawaban fantastis mengenai bagaimana mengatasi perubahan iklim," katanya dalam kegiatan yang digelar Oxford Climate Journalism Network, Kamis (27/2/2025).

Sejak dilantik bulan lalu, Presiden Donald Trump menarik AS dari Perjanjian Paris, menahan pendanaan dari Amerika untuk upaya perubahan iklim global dan memutus berbagai kemitraan iklim internasional. Trump juga menarik AS dari asesmen perubahan iklim PBB. Ia melarang ilmuwan pemerintah federal AS berpartisipasi dalam badan ilmiah perubahan iklim PBB (IPCC) yang menetapkan bagaimana asesmen perubahan iklim dilakukan.

Washington dilaporkan tidak mengirimkan perwakilan ke pertemuan IPCC yang membahas laporan perubahan iklim ketujuh. Persoalannya apakah asesmen ilmiah yang mencakup fisika, dampak iklim dan solusi pemangkasan emisi gas rumah kaca dapat dihasilkan cukup cepat untuk menjadi "data inventaris" atau bahan penilaian laporan kemajuan upaya mengatasi pemanasan global yang akan dirilis pada 2028.

Dikutip dari France 24, Senin (24/2/2025), Koalisi Ambisi Tinggi Eropa dan negara-negara rentan mengatakan laporan perubahan iklim PBB 2028 sangat penting dalam Perjanjian Paris. Mereka memperingatkan memutus hubungan keduanya akan merusak kredibilitas dan integritas.

Correa do Lago yang akan memimpin COP30 bulan November mendatang, memuji upaya Cina meningkatkan kapasitas energi surya. Produsen panel surya terbesar di dunia ini meningkatkan kapasitas produksinya setelah bertahun-tahun disubsidi, sehingga menjaga harga global tetap rendah.

"Mereka melakukannya dengan cara mereka sendiri, dan cara mereka bermanfaat pada seluruh dunia, mengurangi harga panel surya merupakan kebijakan paling fantastis untuk memperluas energi terbarukan di negara berkembang," kata Correa do Lago. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement