Sabtu 06 Jun 2026 13:00 WIB

BRIN Nilai Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas Nasional

Astra Agro mencatat pemantauan terhadap 1.579 spesies flora dan 755 spesies fauna.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat melakukan peninjauan program konservasi yang dijalankan PT Astra Agro Lestari Tbk di Kalimantan Tengah.
Foto: Astra Agro
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) saat melakukan peninjauan program konservasi yang dijalankan PT Astra Agro Lestari Tbk di Kalimantan Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, KALIMANTAN TENGAH – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai berbagai program konservasi yang dijalankan PT Astra Agro Lestari Tbk berkontribusi terhadap pencapaian target keanekaragaman hayati nasional. Penilaian tersebut disampaikan dalam kunjungan lapangan BRIN ke area operasional perusahaan pada 4-5 Juni 2026.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kajian kontribusi sektor swasta terhadap pencapaian target keanekaragaman hayati nasional dan global, termasuk Target 15 Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework (KMGBF) serta Target Nasional 18 dalam Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.

Baca Juga

Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hayati BRIN Ruliyana Susanti mengatakan, inisiatif yang dijalankan Astra Agro, mulai dari perlindungan area bernilai konservasi tinggi, pemantauan biodiversitas hingga rehabilitasi ekosistem, merupakan kontribusi yang relevan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

Menurut Ruliyana, kolaborasi antara lembaga riset dan sektor swasta juga penting untuk memperkaya data, pengetahuan, serta praktik yang dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis sains dan memperkuat pencapaian target konservasi nasional.

Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro Hubbal Khoir Sembiring mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bentuk keterbukaan perusahaan dalam memperlihatkan implementasi komitmen keberlanjutan yang dijalankan di lapangan.

“Melalui kunjungan ini, Astra Agro ingin memperlihatkan berbagai inisiatif konservasi yang telah dijalankan, sekaligus membuka ruang masukan dan kolaborasi agar upaya pelestarian keanekaragaman hayati dapat terus diperkuat,” ujar Hubbal dalam siaran pers, Sabtu (6/6/2026).

Dalam pengelolaan keanekaragaman hayati, Astra Agro melindungi dan mengelola area Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT). Perusahaan juga menjaga ekosistem alami seperti sempadan sungai, hutan sekunder, dan lahan gambut serta memastikan tidak ada pengembangan pada kawasan yang memiliki nilai konservasi maupun stok karbon tinggi.

Astra Agro turut memperkuat pemantauan biodiversitas melalui inventarisasi dan pencatatan flora serta fauna di area operasional. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengidentifikasi spesies kunci, memantau tren keanekaragaman hayati, dan mengevaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.

Sepanjang 2025, perusahaan mencatat pemantauan terhadap 1.579 spesies flora dan 755 spesies fauna. Pada periode yang sama, rehabilitasi kawasan dilakukan di area seluas 193,09 hektare melalui penanaman 49.390 pohon.

Selain itu, perusahaan menerapkan pengendalian hayati dengan memanfaatkan predator, parasitoid, dan entomopatogen untuk mengendalikan hama secara lebih ramah lingkungan. Astra Agro juga mengembangkan penggunaan pupuk hayati ASTEMIC guna meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah dan memperbaiki ketersediaan unsur hara.

Pemanfaatan tandan kosong kelapa sawit (TKKS) dan Palm Oil Mill Effluent (POME) juga dilakukan sebagai sumber bahan organik untuk mendukung kesuburan tanah secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan Nature-based Solutions dan Ecosystem Based Approach, perusahaan menjalankan perlindungan ekosistem alami, rehabilitasi kawasan riparian, reforestasi, pemantauan spesies payung, serta pengelolaan lanskap terintegrasi. Pendekatan tersebut dinilai mendukung perlindungan habitat, peningkatan keanekaragaman hayati, pengurangan emisi, peningkatan serapan karbon, serta penguatan ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim.

BRIN menilai kolaborasi dengan sektor swasta dapat memperkaya basis data dan praktik konservasi yang dibutuhkan dalam mendukung pencapaian target biodiversitas nasional maupun global.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement