Rabu 16 Sep 2026 08:32 WIB

COP31 Turki Akan Membahas Isu Zero Waste

Turki sudah lama memiliki Zero Waste Initiative.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Ahmad Fikri Noor
Operator mengoperasikan alat berat saat meratakan gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026).
Foto: ANTARA FOTO/Arnas Padda
Operator mengoperasikan alat berat saat meratakan gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (31/8/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Pertemuan perubahan iklim PBB (COP31) di Antalya, Turki, pada November mendatang, akan menjadi COP pertama yang membahas kebijakan nol sampah atau zero waste. Turki sudah lama memiliki Zero Waste Initiative.

Inisiatif yang didukung ibu negara Turki, Emine Erdogan ini dibentuk satu dekade yang lalu dan sudah berkembang menjadi jenama global. Kepala Direktorat Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan, Urbanisasi dan Perubahan Iklim Turki, Halil Hasar mengatakan zero waste akan menjadi salah satu agenda utama COP31.

Baca Juga

Dua bulan menjelang COP31, Hasar mengatakan kementeriannya sudah melakukan pendekatan diplomatik ke berbagai negara yang akan berpartisipasi. Hasar mengatakan selain melakukan berbagai pertemuan dengan Menteri Lingkungan, Urbanisasi, dan Perubahan Iklim Turki Murat Kurum yang ditunjuk sebagai Presidensi COP31, berbagai bersiap mulai dari logistik dan infrastruktur juga terus dilakukan.

Hasar menjelaskan COP perubahan iklim terdiri dari dua kompenen yakni, negosiasi dan kedua aksi. Lebih dari 60 keputusan global akan dibahas di COP31.

Ia mengatakan di pekan pertema, delegasi teknis dari semua negara akan berkumpul untuk melakukan negosiasi, sementara pada pekan kedua, para menteri akan terlibat dan upaya akan dilakukan untuk mencapai konsensus di atas landasan bersama.

Hasar menyatakan “pembiayaan adaptasi,” “program kerja mitigasi,” dan “transisi yang adil” termasuk di antara isu-isu penting dalam agenda negosiasi COP31.

Hasar berharap COP31 dapat menjadi ajang di mana negara-negara di seluruh dunia mengimplementasikan mekanisme transisi energi yang adil. Ia juga menekankan kebijakan nol sampah menjadi isu yang penting bagi Turki.

"Nol sampah merupakan bagian yang penting dalam agenda. Untuk pertama kalinya (kebijakan) nol sampah akan masuk dalam proses COP, kontribusi nol sampah pada pemangkasan emisi akan dibahas," kata Hasar seperti dikutip dari Daily Sabah, Rabu (16/9/2026).

Ia menegaskan COP31 akan membahas pemangkasan emisi metana yang berasal dari sampah organik. Hasar menambahkan keputusan tentang kebijakan itu akan mencakup bagaimana negara-negara mengelola gas metana sebelum dilepaskan ke atmosfer dan diubah menjadi sumber energi yang bermanfaat.

Hasar menekankan pendekatan nol sampah juga berkontribusi pada konservasi sumber daya. COP31 juga akan membahas daur ulang bahan baku mentah industri dan manufaktur.

Ia mengaku setiap negara yang berpartisipasi memiliki prioritas dan ekspektasi yang berbeda di COP31. Hasar menegaskan kepentingan setiap negara akan dipertimbangkan di COP31.

Menurutnya isu yang akan paling banyak mendapat perhatian di COP31 adalah pendanaan "loss and damage" yang memperlihatkan pendanaan dari negara-negara maju untuk membantu negara-negara berkembang memangkas dan menahan emisi gas rumah kaca belum mencapai tingkat yang diharapkan.

Hasar mengatakan pendanaan adaptasi iklim juga akan menjadi isu penting dalam agenda COP31. Hal ini menunjukkan pentingnya mengadopsi keputusan yang bertujuan untuk meningkatkan skala dan jumlah pendanaan adaptasi iklim.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi