REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Turki mendorong Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-31 (COP31) menghasilkan langkah konkret untuk merealisasikan komitmen iklim negara-negara, bukan sekadar menghasilkan janji baru. Implementasi menjadi agenda penting dalam konferensi yang akan digelar di Antalya, Turki, pada November 2026.
Konsuler Komunikasi Kedutaan Besar Turki untuk Indonesia Burak Gunes mengatakan, negara-negara perlu memastikan komitmen yang telah disampaikan dalam forum iklim internasional benar-benar diwujudkan melalui kebijakan dan tindakan nyata. Hal ini penting agar penanganan isu lingkungan dapat memberikan dampak langsung.
“Komitmen dan janji bisa disampaikan. Namun, persoalan utamanya adalah bagaimana melaksanakannya,” kata Burak saat menghadiri ESG Now Leadership & Awards Republika 2026 di Jakarta, Senin (19/10/2026).
Menurut Burak, COP31 akan menjadi kesempatan bagi negara-negara untuk menunjukkan hasil konkret dari komitmen yang telah dibuat. Turki berharap konferensi tersebut mendorong setiap negara menerjemahkan janji iklim menjadi agenda implementasi yang dapat dijalankan dan dievaluasi.
Dia mengatakan, salah satu hal yang ingin ditonjolkan dalam COP31 adalah penyajian contoh nyata dan hasil yang dapat dicapai melalui pelaksanaan komitmen iklim. Upaya ini diharapkan bisa mempercepat penanganan krisis lingkungan global.
“Hal yang membedakan adalah kita akan memberikan contoh konkret dan hasil nyata dalam melaksanakan janji-janji kita,” tuturnya.
Burak juga mengapresiasi penyelenggaraan ESG Now Leadership & Awards Republika 2026. Menurut dia, forum seperti ini penting untuk memperluas pemahaman mengenai manfaat dan tantangan penerapan prinsip keberlanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran tentang dampak perilaku manusia terhadap lingkungan.
Ia menilai, diskusi mengenai keberlanjutan dapat membantu masyarakat memahami konsekuensi berbagai pilihan pembangunan dan pentingnya menjaga lingkungan bagi generasi mendatang. Kesadaran kolektif menjadi kunci utama tercapainya sasaran keberlanjutan.
“Kita perlu dan harus menghormati lingkungan sekaligus menjaga keberlanjutan,” ujarnya.
COP31 dijadwalkan berlangsung di Antalya, Turki, pada 9–20 November 2026. Konferensi tersebut akan mempertemukan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas upaya penanganan perubahan iklim.
Burak berharap konferensi itu tidak berhenti pada perumusan kesepakatan, tetapi juga memperkuat pelaksanaan komitmen negara-negara melalui langkah konkret dan hasil yang dapat dirasakan. Keterlibatan aktif semua pihak akan menentukan keberhasilan agenda tersebut.
Menurutnya, upaya menjaga lingkungan dan memastikan keberlanjutan membutuhkan kerja sama serta tanggung jawab bersama agar manfaatnya dapat dinikmati oleh generasi sekarang maupun mendatang. Komitmen ini harus terus dirawat secara berkelanjutan.