Kamis 21 Sep 2023 20:53 WIB

Studi Ungkap Pentingnya Beralih ke Produk Pembersih Rumah Tangga Ramah Lingkungan

Produk pembersih rumah tangga konvensional umumnya mengeluarkan zat kimia ke udara.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Produk rumah tangga (ilustrasi)
Foto: ds_30/www.pixabay.com
Produk rumah tangga (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jika membeli produk ramah lingkungan belum menjadi prioritas, studi terbaru ini mungkin bisa meyakinkan Anda untuk mulai beralih. Sebuah penelitian memperingatkan potensi risiko kesehatan dari produk pembersih rumah tangga konvensional, yang mengeluarkan ratusan bahan kimia berbahaya ke udara.

Dilakukan oleh para ilmuwan dari Environmental Working Group (EWG), penelitian ini meneliti 30 produk pembersih yang berbeda, termasuk pembersih serbaguna dan pembersih kaca, serta pengharum ruangan.

Baca Juga

Para peneliti menemukan bahwa barang-barang sehari-hari ini melepaskan senyawa organik yang mudah menguap, yang umumnya dikenal sebagai VOC. VOC ini dapat berbahaya dan berpotensi menyebabkan masalah kesehatan seperti masalah pernapasan, peningkatan risiko kanker, dan masalah perkembangan dan reproduksi. Studi ini menemukan total 530 VOC unik dalam produk yang diuji, dengan 193 di antaranya diklasifikasikan sebagai berbahaya.

"Temuan kami menekankan untuk mengurangi paparan VOC berbahaya, dengan memilih produk yang ramah lingkungan terutama yang 'green' dan bebas pewangi," kata Dr Alexis Temkin, ahli toksikologi senior di EWG.

 

VOC tidak hanya memengaruhi kualitas udara di luar ruangan, namun juga memiliki dampak yang lebih signifikan di dalam ruangan. Menurut penelitian tersebut, udara dalam ruangan dapat terkontaminasi dua hingga lima kali lebih banyak daripada udara luar ruangan oleh produk-produk ini, dengan beberapa perkiraan mencapai sepuluh kali lipat. Yang lebih mengkhawatirkan lagi adalah beberapa produk dapat terus mengeluarkan VOC selama berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan.

Memilih produk pembersih yang ramah lingkungan, terutama yang berlabel 'bebas pewangi', secara substansial dapat mengurangi paparan senyawa berbahaya ini. Studi ini menemukan bahwa rata-rata, produk ramah lingkungan mengeluarkan sekitar setengah dari VOC dibandingkan dengan produk konvensional. 

Para peneliti mencatat bahwa, rata-rata, produk pembersih hijau tanpa pewangi melepaskan bahan kimia berbahaya yang jauh lebih sedikit -hanya empat bahan kimia berbahaya- dibandingkan dengan produk pembersih dengan pewangi, yang mengeluarkan sekitar 15 bahan kimia berbahaya. Produk pembersih konvensional ditemukan melepaskan sebanyak 22 bahan kimia berbahaya.

Studi ini juga menyoroti peningkatan risiko kesehatan bagi mereka yang bekerja di industri pembersih, termasuk risiko 50 persen lebih tinggi terkena asma dan 43 persen lebih tinggi terkena penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Wanita hamil dan bayi yang terpapar pembersih dalam ruangan juga dapat menghadapi risiko lebih tinggi terkena asma dan mengi di masa kanak-kanak.

"Menjadi ramah lingkungan dengan produk pembersih Anda adalah cara mudah untuk mengurangi paparan bahan kimia berbahaya. Hal ini mungkin sangat penting bagi kesehatan wanita dan anak-anak," kata Samara Geller, direktur senior ilmu kebersihan EWG, seperti dilansir Study Finds, Kamis (21/9/2023).

Para peneliti juga mencatat bahwa produk konsumen dapat berkontribusi pada polusi udara luar ruangan, menambah masalah lingkungan yang sudah ada. 

"Studi ini merupakan peringatan bagi konsumen, peneliti dan regulator untuk lebih sadar akan potensi risiko yang terkait dengan berbagai bahan kimia yang masuk ke dalam udara dalam ruangan," tambah Temkin.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Terkait
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement