Sabtu 14 Oct 2023 22:10 WIB

Pengamat: Konservasi Pulau Seribu Majukan Ekonomi Biru Jakarta

Ekonomi biru sangat mendesak diterapkan di Jakarta guna menjaga pesisir.

Sejumlah perahu wisata bersandar di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (12/7/2023).
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Sejumlah perahu wisata bersandar di Pulau Pari, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (12/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB University Yonvitner menilai pengembangan kawasan pulau seribu untuk wisata berbasis konservasi memajukan ekonomi biru di DKI Jakarta, sehingga harus dipertahankan.

Apalagi, konsep ekonomi biru di Ibu Kota saat ini sangat mendesak untuk diimplementasikan guna menjaga lingkungan serta memajukan pemberdayaan masyarakat di pesisir.

Baca Juga

"Wisata berbasis konservasi di Pulau Seribu ini harus dipertahankan. Jangan sampai reklamasi dilegalkan karena akan merusak ekosistem, sumber daya, serta ekonomi masyarakat di Jakarta," ujar Yonvitner.

Adapun Kepulauan Seribu telah menjadi Pusat Konservasi Ekologi melalui Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1042 Tahun 2018 tentang Daftar Kegiatan Strategis Daerah (KSD).

Selain mempertahankan konservasi Pulau Seribu, Yonvitner menyebutkan penerapan budi daya laut serta industri bioteknologi juga harus ditingkatkan untuk mendorong ekonomi biru, khususnya kehidupan pesisir di Jakarta.

Budi daya udang vaname di laut dangkal, budidaya karapu, lobster, serta rumput laut, merupakan contoh budi daya laut yang bisa dikembangkan di Jakarta. Sementara budidaya ganggang untuk bioteknologi laut sangat bagus untuk dikembangkan di Ibu Kota.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan penerapan ekonomi biru melalui pariwisata maritim di Jakarta, khususnya kawasan konservasi Kepulauan Seribu, harus terus didorong karena memiliki potensi besar bagi warga pesisir.

Potensi dimaksud karena banyaknya warga Jakarta yang memiliki pendapatan yang siap dibelanjakan (disposable income) tinggi untuk berwisata. Dengan demikian potensi tersebut harus bisa diserap oleh Pulau Seribu yang lebih dekat dengan penduduk Jakarta.

"Namun perlu didorong supaya pariwisata maritim di Pulau Seribu lebih memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan, dengan menerapkan prinsip yang tidak merusak alam dan meminimalisir dampak terhadap lingkungan, terutama dari sisi limbah," kata Faisal.

 

sumber : ANTARA

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement