Kamis 30 Nov 2023 15:54 WIB

Ini Strategi Kurangi Dampak Iklim dari Sektor Kesehatan Menurut Pakar

Isu iklim dan kesehatan akan menjadi salah satu pembahasan utama di COP28.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor kesehatan.
Foto: www.freepik.com
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor kesehatan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Layanan kesehatan global memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan dan perubahan iklim. Sektor kesehatan merupakan sumber dari 4,6 persen emisi global, dengan rantai pasokan produk kesehatan menyumbang lebih dari 70 persen. Untungnya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di sektor ini.

Para peneliti dari Unitaid, organisasi internasional yang bekerja untuk memastikan akses yang adil terhadap inovasi medis, telah meneliti rantai produksi dari 10 produk kesehatan utama seperti obat-obatan malaria dan HIV. Hasilnya menunjukkan bahwa emisi secara realistis dapat dikurangi hingga 70 persen pada tahun 2030, tanpa meningkatkan biaya produksi.

Baca Juga

Temuan ini dirilis menjelang konferensi iklim PBB ke-28 atau COP28 di Dubai, dimana isu iklim dan kesehatan akan menjadi salah satu pembahasan utama. Melalui studi ini, Unitaid mengaku ingin membantu mendorong kemajuan layanan kesehatan tanpa membahayakan lingkungan, dan lebih tangguh dalam beradaptasi dengan risiko iklim.

“Perubahan iklim membuat sistem kesehatan berada di bawah tekanan yang lebih besar. Tetapi sektor kesehatan itu sendiri juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca, dan rantai pasokannya menghasilkan limbah yang signifikan. Laporan Unitaid melihat bagaimana sistem perawatan kesehatan global dapat mengurangi emisi karbon dan mengurangi dampaknya terhadap alam,” kata Direktur Result Team Unitaid, Vincent Bretin, seperti dilansir Phys, Kamis (30/11/2023).

 

Untuk masing-masing dari 10 produk kesehatan yang diteliti, Unitaid melihat dampak iklim termasuk perolehan bahan baku, limbah, emisi karbon, dan polusi plastik. Laporan tersebut menemukan bahwa 10 rantai pasokan tersebut mengeluarkan lebih dari 3,5 juta ton karbon per tahun.

Laporan tersebut mengatakan bahwa memproduksi bahan farmasi aktif dalam pengobatan bisa sangat boros energi. Untungnya, emisi dapat dikurangi melalui daur ulang, efisiensi proses, mendesain ulang produk, dan beralih ke energi terbarukan.

“Sering kali ada satu bagian yang mengandung karbon tinggi dalam pembuatan obat-obatan yang dapat ditargetkan untuk dikurangi. Kami telah mengidentifikasi 20 solusi teknis utama yang dapat mengurangi emisi hingga 70 persen, termasuk 40 persen yang dapat diimplementasikan tanpa meningkatkan biaya produksi," kata Bretin.

“Namun, melangkah lebih jauh dan menangani 30 persen sisanya akan meningkatkan biaya produk", tambah dia.

Unitaid mengatakan bahwa mereka akan mempresentasikan temuan-temuannya di COP28 dan menggunakannya untuk menentukan investasinya.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement