Selasa 05 Dec 2023 22:57 WIB

Laporkan Hasil Pemeriksaan, Ini Catatan BPK Terkait Ketenagalistrikan

Ditemukan rendahnya kemajuan proyek rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL).

Rep: Novita Intan/ Red: Ahmad Fikri Noor
Ketua BPK Isma Yatun menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2023 kepada DPR di Jakarta, Selasa (5/12/2023).
Foto: BPK
Ketua BPK Isma Yatun menyampaikan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2023 kepada DPR di Jakarta, Selasa (5/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyampaikan hasil pemeriksaan yang dimuat dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2023. Salah satu hasilnya, masih terdapat permasalahan antara lain, belum dilakukan sepenuhnya mitigasi risiko atas skenario transisi energi menuju NZE pada 2060.

Ketua BPK Isma Yatun mengatakan, hasilnya juga ditemukan rendahnya kemajuan proyek rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) yang berpotensi terjadinya kekurangan pasokan sebagian besar sistem kelistrikan nasional.

Baca Juga

“Hasil pemeriksaan mengungkapkan bahwa pemerintah telah melakukan penyusunan road map menuju Net Zero Emissions (NZE) pada 2060 dan mengamankan pasokan batu bara dan gas bumi bagi kepentingan dalam negeri,” ujarnya saat penyampaian IHPS I Tahun 2023 kepada pimpinan DPR, Selasa (5/12/2023).

Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I Tahun 2023 juga memuat dua hasil pemeriksaan kinerja, yang terdiri atas satu objek pemeriksaan pemerintah pusat dan satu objek pemeriksaan BUMN, dengan tema prioritas nasional penguatan ketahanan ekonomi.

Pemeriksaan kinerja tersebut antara lain pengelolaan batu bara, gas bumi, dan energi terbarukan dalam pengembangan sektor ketenagalistrikan untuk menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan keberlanjutan energi 2020 hingga semester I 2022 pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement