Jumat 02 Feb 2024 16:55 WIB

AS Mulai Lacak Penggunaan Listrik Perusahaan Tambang Kripto

Perusahaan kripto kini jadi sorotan karena operasinya yang menyedot energi listrik.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) akan mulai memantau secara lebih ketat bagaimana penggunaan listrik oleh perusahaan tambang kripto yang beroperasi di Amerika Serikat.
Foto: dokpri
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) akan mulai memantau secara lebih ketat bagaimana penggunaan listrik oleh perusahaan tambang kripto yang beroperasi di Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Administrasi Informasi Energi AS (EIA) akan mulai memantau secara lebih ketat bagaimana penggunaan listrik oleh perusahaan tambang kripto yang beroperasi di Amerika Serikat. Informasi ini diumumkan secara langsung oleh EIA pada Rabu waktu setempat.

EIA mengatakan, pihaknya berencana untuk meluncurkan survei terhadap penambang bitcoin tertentu, di mana mereka akan diminta untuk memberikan rincian penggunaan energi mereka. Ini dilakukan sebagai bagian dari permintaan pengumpulan data darurat yang disahkan oleh Kantor Manajemen dan Anggaran (Office Management and Budget) pada 26 Januari.

Baca Juga

Para penambang koin digital telah berada di bawah pengawasan dalam beberapa tahun terakhir karena operasi mereka yang menyedot listrik, serta dampak dari aktivitas mereka terhadap jaringan listrik dan emisi karbon.

Survei EIA akan berfokus pada bagaimana permintaan listrik untuk penambangan mata uang kripto berubah, serta mengidentifikasi bagian-bagian negara di mana pertumbuhan penambangan terkonsentrasi dan sumber listrik yang digunakan untuk operasi.

 

"Kami pikir ini adalah sumber permintaan yang signifikan yang layak untuk diukur. Namun, sampai kami dapat mendukung aktivitas tersebut dengan data yang lebih baik, kami juga masih memiliki lebih banyak pertanyaan daripada jawaban," kata Glenn McGrath dari EIA seperti dikutip Reuters, Jumat (2/2/2024).

EIA, yang mengumpulkan data tentang produksi dan penggunaan energi AS yang sangat luas, telah menerima permintaan dari berbagai sektor untuk mulai mengukur penggunaan energi penambangan mata uang kripto. McGrath berharap, EIA bisa memiliki lebih banyak informasi untuk dibagikan dalam beberapa bulan.

Rocky Mountain Institute, sebuah kelompok nirlaba yang berbasis di Colorado yang berfokus pada transisi menuju energi bersih, memperkirakan bahwa tahun lalu bitcoin secara global mengkonsumsi 127 terawatt-jam (TWh) per tahun, yang lebih banyak daripada yang digunakan oleh seluruh negara Norwegia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement