Sabtu 03 Feb 2024 13:35 WIB

Greta Thunberg Jalani Sidang Perdana Setelah Ditangkap Saat Aksi Protes di London

Greta Thunberg ditangkap saat aksi protes konferensi minyak dan gas di London.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Aktivis iklim muda, Greta Thunberg.
Foto: EPA-EFE/TOLGA AKMEN
Aktivis iklim muda, Greta Thunberg.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Greta Thunberg bersama aktivis iklim lain menghadapi persidangan perdana di pengadilan Westminster Magistrates London, pada Kamis, atas tuduhan pelanggaran ketertiban umum setelah menggelar aksi protes di luar konferensi minyak dan gas tahun lalu. Usai persidangan, ia mengatakan bahwa aktivis sepertinya di berbagai belahan dunia sangat rentan dipersekusi.

Ia juga menekankan bahwa penjahat sesungguhnya bukanlah para aktivis yang melakukan aksi protes.

Baca Juga

"Meskipun kami yang berdiri di sini dan aktivis iklim, lingkungan, dan hak asasi manusia di seluruh dunia dituntut, kadang-kadang dihukum dan diberi hukuman hukum karena bertindak sesuai dengan ilmu pengetahuan, kita harus ingat siapa musuh sebenarnya. Apa yang kita bela? Siapa yang seharusnya dilindungi oleh hukum kita?” kata Thunberg seperti dikutip Reuters, Sabtu (3/2/2024).

Thunberg ditangkap pada tanggal 17 Oktober ketika melakukan protes di luar sebuah hotel di mana Energy Intelligence Forum menjadi tuan rumah bagi para pemimpin industri minyak dan gas.

 

Kelima terdakwa, yang berusia antara 19 hingga 59 tahun, dituduh tidak mematuhi perintah dari perwira polisi senior untuk memindahkan aksi protes mereka ke area yang telah ditentukan di dekat konferensi tahun lalu. Jika terbukti bersalah, mereka akan menghadapi denda maksimum sebesar 2.500 poundsterling (Sekitar Rp 49 juta).

Jaksa penuntut Luke Staton mengatakan bahwa Thunberg telah diperintahkan oleh polisi untuk pindah atau akan ditangkap atau akan ditangkap. "Dia mengatakan bahwa dia tetap tinggal di tempatnya dan kemudian dia ditangkap," tambah jaksa.

Thunberg duduk di bangku pengadilan dan menulis di sebuah buku catatan selama persidangan. Video penangkapannya diputar di pengadilan, di mana para pengunjuk rasa meneriakkan "oil money out".

Di luar persidangan, Thunberg didukung oleh para aktivis lingkungan yang meneriakkan bahwa "protes iklim bukanlah kejahatan". Sementara itu, persidangan dilakukan oleh seorang hakim tanpa juri dan diperkirakan akan berakhir pada hari Jumat, ketika Thunberg diharapkan untuk memberikan kesaksian.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement