Senin 05 Feb 2024 15:41 WIB

Wujudkan Kota Ramah Lingkungan, Paris Lipat Gandakan Tarif Parkir Mobil SUV

Tarif mobil SUV dilipatgandakan demi mendorong Paris sebagai kota ramah pejalan kaki.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Pejalan kaki yang mengenakan berjalan di Champs-Elysees di pusat kota Paris, Prancis.
Foto: EPA-EFE/IAN LANGSDON
Pejalan kaki yang mengenakan berjalan di Champs-Elysees di pusat kota Paris, Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Warga Paris memberikan suaranya dalam referendum anti-parkir SUV dan polusi pada Ahad waktu setempat. Ini adalah upaya terbaru yang dilakukan oleh walikota Sosialis, Anne Hidalgo, untuk membuat kota tuan rumah Olimpiade tahun ini lebih ramah lingkungan bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Menurut data resmi pemerintah, sebanyak 54,55 persen warga yang memberikan suaranya mendukung usulan untuk melipatgandakan biaya parkir mobil-mobil berukuran besar dan bergaya SUV. Biaya parkir SUV di distrik pusat kota Paris untuk pengemudi yang tidak memiliki izin khusus dari pemerintah setempat akan naik menjadi 18 euro (sekitar Rp 300 ribu) per jam untuk mobil berbobot 1,6 ton atau lebih.

Baca Juga

Parkir selama enam jam dengan mobil SUV akan dikenakan biaya 225 euro, dibandingkan dengan 75 euro untuk kendaraan yang lebih kecil. Namun hanya 78 ribu atau 5,7 persen dari 1,3 juta pemilih yang memenuhi syarat yang datang ke 39 tempat pemungutan suara yang ada di sekitar ibu kota Prancis.

“Saya sangat mengapresiasi pilihan yang sangat jelas dari warga Paris, yang mendukung langkah baik untuk kesehatan dan baik untuk planet ini,” kata Hidalgo seperti dilansir Sky News, Senin (5/2/2024).

 

Mobil listrik (EV) diberikan kelonggaran, dengan mobil yang berbobot di atas dua ton yang akan dikenakan tarif tersebut. Sementara itu, orang yang tinggal dan bekerja di Paris, pengemudi taksi, pedagang, serta penyandang disabilitas akan dikecualikan.

"Ini adalah masalah ekologi, tetapi juga masalah sosial, dan ini tentang bagaimana kota harus berevolusi dalam lingkungan yang terus berubah," kata Gregoire Marchal, seorang distributor bioskop berusia 43 tahun, setelah memberikan suara untuk mendukung langkah tersebut di sebuah tempat pemungutan suara di distrik ke-10 Paris.

Namun ada juga pihak-pihak yang menentang rencana kebijakan tersebut. Komunitas pengemudi "40 millions d'automobilistes" meluncurkan sebuah petisi untuk mendukung kebebasan pengemudi untuk menggunakan kendaraan apa pun yang mereka inginkan.

"Kita harus dengan tegas menentang serangan terhadap kebebasan yang dilakukan dengan dalih ramah lingkungan," kata kelompok tersebut.

Pemungutan suara tersebut, yang merupakan bagian dari rencana jangka panjang Paris untuk menjadi kota yang ramah bagi pesepeda, dilakukan kurang dari setahun setelah warga kota memilih untuk melarang skuter listrik.

Di bawah kepemimpinan Hidalgo, jalur sepeda sepanjang 84 kilometer telah dibangun sejak 2020, dengan lonjakan penggunaan sepeda sebesar 71 persen pada akhir masa lockdown hingga tahun 2023, menurut Balai Kota Paris.

Balai kota lebih lanjut menunjukkan masalah keselamatan SUV yang lebih tinggi dan lebih berat, yang disebut dua kali lebih mematikan bagi pejalan kaki dibandingkan mobil standar dalam sebuah kecelakaan.

Kendaraan-kendaraan tersebut juga dianggap mengambil lebih banyak ruang publik - baik di jalan maupun saat diparkir - dibandingkan kendaraan lain. Para pejabat Paris mengatakan bahwa rata-rata mobil telah bertambah beratnya 250 kilogram sejak tahun 1990.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement