Senin 19 Feb 2024 15:05 WIB

7 Cara Kurangi Limbah Makanan dari Dapur Rumah

Setiap individu bisa mengurangi sampah makanan dari dapur rumah.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Antara 30-40 persen makanan di AS dibuang atau terbuang setiap tahun, menurut Departemen Pertanian.
Foto: www.freepik.com
Antara 30-40 persen makanan di AS dibuang atau terbuang setiap tahun, menurut Departemen Pertanian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pilihan makanan dapat mempengaruhi kesehatan dan lingkungan. Antara 30-40 persen makanan di AS dibuang atau terbuang setiap tahun, menurut Departemen Pertanian. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 161 miliar dolar AS.

Food loss terjadi di setiap langkah dalam rantai pasokan makanan dari produksi hingga konsumsi. Beberapa contohnya adalah pembusukan selama penyimpanan dan pendistribusian, atau paparan terhadap serangga dan hewan pengerat, bakteri atau jamur. Tidak hanya makanan yang dapat dimakan yang terbuang, tetapi semua energi, pupuk dan penggunaan lahan yang digunakan untuk memproduksi makanan tersebut juga terbuang.

Baca Juga

Mengingat begitu besarnya food loss dan limbah makanan, setiap individu dapat mengurangi sampah makanan dari dapur masing-masing. Berikut caranya seperti dilansir Mayo Clinic, Senin (19/2/2024).

1. Lakukan inventarisasi

 

Periksa persediaan di dapur dan kulkas Anda sebelum belanja persediaan makanan. Ini penting dilakukan untuk mencegah pembelian yang berlebihan.

 

2. Buatlah rencana makan

Membuat perencanaan makan atau “meal plan” setiap pekan adalah cara yang efektif untuk mengurangi limbah makanan. Karena dengan meal plan, kita bisa memperkirakan bahan makanan apa saja yang dibutuhkan dan dibeli secara berkala.

 

3. Simpan makanan sisa dengan aman

Jika Anda merasa tidak akan mampu memakan sisa makanan dalam waktu tiga hari, simpanlah makanan tersebut di dalam freezer dan beri label. Dengan begitu, makanan akan bisa tersimpan dengan aman, dan Anda bisa memakannya di lain hari.

 

4. Simpan makanan dengan tepat

Selama ini, ada banyak orang yang enggan membeli sayur dan buah karena lebih cepat busuk. Padahal, jika disimpan dengan tepat maka sayur dan buah bisa bertahan lebih lama. Sebagai contoh, simpanlah sayuran hijau dengan tisu dapur di dalam wadah plastik di laci kulkas. Lalu tomat dan pisang di atas meja, kentang dan bawang bombay di tempat yang sejuk dan gelap, serta bumbu segar di dalam segelas air.

 

5. Beli bahan pangan yang 'tidak sempurna'

Membeli makanan yang tidak sempurna mengacu pada buah atau sayuran yang bentuknya tidak sempurna atau berbentuk aneh. Namun, jangan membeli produk yang memar atau busuk. Untuk mendapatkannya, Anda bisa membelinya di petani atau pedagang yang terpercaya. Hal ini bertujuan untuk mengurangi limbah pangan.

 

6. Kompos

Bahkan kulit sayuran pun tidak harus dibuang. Pengomposan di halaman belakang rumah adalah cara yang bagus untuk menghindari sisa makanan dari TPA dan memberikan nutrisi untuk kebun Anda.

 

7. Gunakan sisa makanan secara kreatif

Cari cara untuk menggunakan daripada membuang makanan yang sudah tidak segar. Sisa sayuran dan kulitnya dapat dibuat menjadi kaldu sup. Apel atau blueberry yang lembut sangat cocok dimasak dengan oatmeal. Sayuran yang agak layu sangat bagus untuk sup atau tumisan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement