Rabu 24 Jun 2026 10:04 WIB

Phapros Tebar Ekoenzim di Saluran Air Semarang

Pemanfaatan ekoenzim merupakan salah satu cara mengurangi limbah organik.

Rep: M Nursyamsi/ Red: Satria K Yudha
Phapros melakukan pelepasan ekoenzim hasil pengolahan limbah organik di Semarang, Jawa Tengah.
Foto: Phapros
Phapros melakukan pelepasan ekoenzim hasil pengolahan limbah organik di Semarang, Jawa Tengah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna semakin banyak diterapkan sebagai bagian dari program keberlanjutan lingkungan. Salah satu yang mulai digunakan adalah ekoenzim, cairan hasil fermentasi limbah organik yang dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan lingkungan.

PT Phapros Tbk melakukan pelepasan ekoenzim di kawasan Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan hari jadi perusahaan ke-72 sekaligus bagian dari program lingkungan perusahaan.

Baca Juga

Komisaris Utama PT Phapros Tbk Alfi N. Rustam mengatakan, pemanfaatan ekoenzim merupakan salah satu cara mengurangi limbah organik sekaligus mendukung kualitas lingkungan.

"Pelepasan ekoenzim merupakan simbol kepedulian kami terhadap lingkungan, sekaligus upaya mendorong pemanfaatan limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai guna," ujar Alfi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (24/6/2026).

Menurut Alfi, ekoenzim dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir serta mendukung kebersihan lingkungan perairan. Pemilihan kawasan Sam Poo Kong juga dinilai memiliki nilai simbolis sebagai salah satu ikon sejarah Kota Semarang.

"Penyebaran ekoenzim untuk membantu penguraian limbah ini merupakan wujud kepedulian Phapros terhadap kelestarian lingkungan, Kota Semarang, serta keberlanjutan situs-situs wisatanya," katanya.

Selain pelepasan ekoenzim, perusahaan juga menjalankan sejumlah kegiatan sosial dan lingkungan dalam rangka perayaan ulang tahun perusahaan.

Direktur Utama PT Phapros Tbk Intan Abdams Katoppo mengatakan, peringatan 72 tahun perusahaan menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi sosial dan lingkungan.

Menurut Intan, rangkaian kegiatan yang dilakukan meliputi pendistribusian daging kurban, donor darah, khitanan massal, hingga kegiatan lingkungan.

"Puncak perayaan Phapros Day dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, meliputi jalan sehat, penyebaran ekoenzim pada saluran air, serta penanaman pohon di lingkungan Phapros," ujar Intan.

Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan dan pemanfaatan limbah organik menjadi salah satu aspek yang semakin diperhatikan dalam agenda keberlanjutan perusahaan. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan meningkatnya perhatian dunia usaha terhadap praktik industri yang lebih ramah lingkungan.

Berita Lainnya

Rekomendasi