Kamis 09 Jul 2026 21:45 WIB

SRUK Resmi Diluncurkan, RI Bidik Pasar Karbon Global

Perdagangan karbon nasional memasuki tahap implementasi.

Rep: Lintar Satria Zulfikar/ Red: Satria K Yudha

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah resmi meluncurkan Sistem Registrasi Unit Karbon (SRUK) Indonesia sebagai fondasi perdagangan karbon nasional yang terintegrasi dengan Bursa Karbon Indonesia. Peluncuran ini menandai dimulainya implementasi penuh tata kelola perdagangan karbon nasional, sementara empat proyek karbon sektor kehutanan telah lebih dulu melakukan transaksi.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, SRUK bukan sekadar peluncuran sistem karena implementasinya telah berjalan sejak awal pekan ini.

Baca Juga

“Sudah ada empat yang jualan. Jadi tidak hanya pengumuman atau launching, tetapi sudah berjalan,” kata Zulkifli, saat peluncuran SRUK di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Zulkifli menjelaskan, pemerintah menerapkan pendekatan paralel dalam membangun ekosistem perdagangan karbon. Kementerian atau lembaga yang telah menyelesaikan regulasi dapat langsung menjalankan perdagangan karbon, sementara sektor lain akan menyusul setelah aturan turunannya rampung.

Menurut Zulkifli, Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 telah diikuti sejumlah regulasi turunan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan. Sementara regulasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Pertanian masih dalam tahap penyelesaian. “Kalau itu selesai maka akan selesai semua,” ujarnya.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, SRUK akan menjadi pasar primer (primary market) yang terhubung dengan Bursa Karbon Indonesia sebagai pasar sekunder (secondary market). Menurut dia, integrasi tersebut akan memperkuat infrastruktur perdagangan karbon nasional.

OJK juga telah menerbitkan Peraturan OJK Nomor 10 Tahun 2026 sebagai penyesuaian terhadap Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025.

Friderica mengatakan, Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu pemimpin pasar karbon dunia karena didukung sumber daya alam yang luas.

“Harapan kita Indonesia sebagai negara yang punya potensi sedemikian besar bisa menjadi leader di pasar karbon di dunia,” katanya.

Berita Lainnya

Rekomendasi