Kamis 23 Nov 2023 19:10 WIB

Intel Umumkan Rencana Aksi Transisi Iklim, Targetkan Kurangi Jejak Karbon

Intel bahkan meminta para pemasok untuk tetapkan target Net Zero.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Intel mendorong kurangi emisi rantai pasokannya hingga 30 persen di 2030.
Foto: www.freepik.com
Intel mendorong kurangi emisi rantai pasokannya hingga 30 persen di 2030.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Raksasa semikonduktor Intel mengumumkan peluncuran Rencana Aksi Transisi Iklim, yang menguraikan strategi perusahaan untuk mengurangi jejak iklim dan memenuhi target pengurangan emisi. Mereka berkomitmen untuk mencapai emisi gas rumah kaca nol bersih di rantai nilai hulu pada 2050, termasuk meminta para pemasok menetapkan target Net Zero mereka sendiri.

Komitmen baru ini menambah serangkaian tujuan iklim yang diumumkan oleh Intel tahun lalu, yang mencakup target untuk mencapai emisi nol bersih di seluruh operasi globalnya pada tahun 2040, dan untuk mendorong emisi rantai pasokannya setidaknya 30 persen lebih rendah pada tahun 2030.

Baca Juga

Dalam laporan Intel terbaru, emisi cakupan 3 menjadi bagian terbesar yaitu hampir 94 persen dari jejak karbon Intel, dengan sekitar 24 persen berasal dari aktivitas hulu dan sebagian besar berasal dari rantai pasokan perusahaan. Emisi Cakupan 3 sendiri merupakan emisi gas rumah kaca yang berasal dari pemakaian energi oleh pihak-pihak yang menjadi bagian dari rantai pasok perusahaan dan berada di luar Perseroan.

Rencana Aksi Transisi Iklim menetapkan serangkaian tindakan yang direncanakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan Net Zero. Tindakan jangka pendek yang menargetkan pengurangan emisi dalam rantai nilai hulu termasuk meminta pemasok untuk menetapkan 100 persen energi terbarukan dan target nol bersih, serta mengembangkan peta jalan proyek untuk mencapai tujuan mereka.

 

Aktivitas hilir, terutama dari penggunaan produk, merupakan sumber emisi Intel yang paling signifikan, yaitu sekitar 70 persen. Tindakan yang diuraikan dalam rencana untuk mengatasi emisi ini termasuk mencapai peningkatan efisiensi energi 10 kali lipat untuk mikroprosesor klien dan server pada tahun 2030, serta memungkinkan lebih banyak listrik yang dapat diperbarui dengan menawarkan solusi teknologi jaringan pintar.

“Kami bangga dapat memimpin industri semikonduktor dalam hal manufaktur yang berkelanjutan dan inovasi dalam efisiensi energi, namun kami tidak meremehkan tantangan yang ada di depan mata. Kami terus maju dengan tujuan kami untuk menciptakan teknologi yang mengubah dunia, dan meningkatkan kehidupan setiap orang di planet ini. Hal ini termasuk membuat dunia kita menjadi tempat yang lebih baik untuk generasi yang akan datang,” kata CEO Intel Pat Gelsinger, seperti dilansir ESGToday, Kamis (23/11/2023).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement