Ahad 17 Mar 2024 22:41 WIB

Cara Mudah Kurangi Limbah Makanan Rumah Tangga

Indonesia menempati peringkat keempat negara penghasil limbah makanan terbesar.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Indonesia menempati peringkat keempat untuk tingkat limbah makanan tertinggi di dunia.
Foto: www.freepik.com
Indonesia menempati peringkat keempat untuk tingkat limbah makanan tertinggi di dunia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indonesia menempati peringkat keempat untuk tingkat limbah makanan tertinggi di dunia, yakni sebesar 20,94 juta metrik ton, menurut data Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP) tahun 2020. Permasalahan ini menjadi semakin genting karena pemborosan makanan diproyeksikan akan meningkat hingga 31 persen pada tahun 2030.

Sebagai solusi, pakar sekaligus manajer lingkungan Waitrose, Ben Thomas, membagikan beberapa tips untuk membantu mengurangi limbah makanan di rumah tangga. Pertama, ia menyarankan untuk tidak mencuci semua buah dan sayuran yang dibeli dengan soda kue, karena bisa memperpendek masa simpan produk.

Baca Juga

"Dengan mencuci buah dengan soda kue dan kemudian menaruhnya di kulkas, kelembapannya bisa mempercepat proses pembusukan. Jika Anda ingin mencuci buah, lakukanlah sebelum dimakan, bukan sebelum disimpan," kata Thomas seperti dilansir New York Post, Ahad (17/3/2024).

Tips kedua, Thomas menyarankan untuk menyimpan sayuran ke dalam wadah yang memiliki ventilasi dan aliran udara yang baik. Cara ini dinilai lebih baik dibandingkan meletakkan tisu di wadah penyimpanan.

“Meskipun meletakkan tisu di dalam wadah penyimpanan sayur bukanlah ide yang buruk, namun memberi ventilasi pada wadah sayuran jauh lebih penting. Itu akan membuat salad Anda tidak lembek,” kata Thomas.

Thomas juga mendorong konsumen untuk menghindari membeli produk dalam jumlah besar, dan hanya membeli yang pasti akan dikonsumsi. Ini bisa disiasati dengan cara menulis daftar kebutuhan sebelum pergi ke pasar atau supermarket.

“Perencanaan adalah cara terbaik untuk membantu Anda memilih apa yang akan dibeli saat berbelanja,” kata Thomas.

Selain itu, Thomas juga mengajak masyarakat untuk mulai berkreasi dengan makanan sisa. "Ada banyak cara praktis yang bisa kita lakukan untuk mengurangi jumlah makanan yang kita buang. Sungguh, jika Anda menggunakan sisa makanan untuk apa pun, tidak ada salahnya," kata dia.

Dia juga mengatakan bahwa toko bahan makanan memiliki peran penting dalam mengurangi limbah. Entah itu dari penjualan buah dan sayuran yang cacat atau dengan membuang kemasan yang tidak diperlukan. Sebagai contoh, Waitrose memutuskan untuk menghapus label “best-before” dari ratusan produk segarnya.

“Best-before, 'display-by', dan 'sell-by' dapat diabaikan. Tanggal 'use-by' adalah satu-satunya label yang harus Anda fokuskan," imbau Thomas.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement