Senin 01 Apr 2024 15:10 WIB

Panduan Sederhana Kurangi Jejak Karbon dari Transportasi

Menggunakan transportasi yang ramah lingkungan sangat dianjurkan.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, masyarakat dapat menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Foto: www.freepik.com
Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, masyarakat dapat menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Transportasi menjadi salah satu sumber emisi karbon terbesar kedua (23 persen) di Indonesia, di mana transportasi darat menyumbang 90 persen emisi sektor ini, menurut data IESR 2021. Untuk mengurangi emisi gas rumah kaca, masyarakat dapat menggunakan moda transportasi yang lebih ramah lingkungan untuk bepergian, mulai dari angkutan umum hingga bersepeda dan berjalan kaki.

Untuk memberi gambaran terkait emisi karbon yang dilepaskan mode transportasi dan bagaimana cara mengatasinya, simak penjelasan berikut dilansir Center for Climate and Energy Solutions, Senin (1/4/2024).

Baca Juga

1. Mobil

Mobil berpenumpang dan truk ringan menjadi salah satu alat transportasi yang banyak digunakan, dan membakar 3,7 liter bensin akan menghasilkan sekitar 9 kilogram CO2, yang berarti rata-rata kendaraan menghasilkan sekitar 6 hingga 9 ton CO2 setiap tahun.

 

Untuk mengurangi dampak emisi dari berkendara ada banyak hal yang bisa dilakukan, dimulai dari memilih jenis mobil yang dikendarai. Selama rata-rata masa pakai mobil Amerika, mobil 30 mpg akan menghemat biaya bahan bakar sekitar 3.000 dolar dibandingkan dengan mobil 20 mpg.

Saat membeli mobil berikutnya, pilihlah kendaraan yang paling tidak berpolusi dan paling efisien yang memenuhi kebutuhan. Beralih dari kendaraan berkekuatan 20 mpg ke kendaraan berkekuatan 25 mpg dapat mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 1,7 ton setiap tahunnya.

 

2. Kendaraan elektrik

Kendaraan listrik (EV) menawarkan alternatif rendah karbon dibandingkan kendaraan bertenaga bensin. Baik sektor swasta maupun publik berupaya untuk memperluas penjualan kendaraan listrik di seluruh dunia. Produsen mobil berlomba-lomba untuk mengurangi biaya baterai (yang merupakan sebagian besar biaya tambahan kendaraan listrik), meningkatkan jangkauan baterai, dan menawarkan lebih banyak model kendaraan listrik yang terjangkau, termasuk SUV dan minivan.

Penerapan kendaraan listrik berbeda-beda di setiap negara, wilayah, dan kota, namun kebijakan publik yang inovatif mendorong masyarakat untuk membeli kendaraan tersebut. Misalnya, California mengizinkan pengemudi kendaraan listrik untuk menggunakan jalur HOV meskipun mereka mengemudi sendiri. Di Portland, Oregon, jaringan pengisian daya umum yang luas mungkin telah membantu memacu penjualan kendaraan listrik hingga tiga kali lipat tingkat rata-rata penggunaan kendaraan listrik di AS.

Kendaraan listrik dapat mengurangi jejak karbon dan menghemat uang Anda sepanjang masa pakai kendaraan.

 

3. Eco-driving

Teknik mengemudi yang optimal juga dapat membantu mengurangi emisi dan menghemat uang dengan mobil bertenaga bensin. Akselerasi dan pengereman yang keras dapat membuang bahan bakar dan menurunkan jarak tempuh sebesar 33 persen di jalan raya dan 5 persen di sekitar kota, menurut Departemen Energi (DOE). Untuk itu kurangi rem dan pedal gas. Anda juga dapat mengurangi dampak dengan mengurangi waktu yang dihabiskan saat idle, dan menggunakan overdrive dan cruise control.

 

4. Kendaraan umum

Individu dapat menghemat lebih dari 9,738 dolar per tahun dengan menggunakan transportasi umum daripada mengemudi. Selain itu, cara ini dapat memberikan manfaat lingkungan yang besar. Jika perjalanan pulang pergi sejauh 32 kilometer, peralihan ke transportasi umum dapat menurunkan jejak karbon Anda sebesar 2177 kilogram setiap tahunnya.

 

5. Perjalanan udara

Tahukah Anda bahwa Anda dapat mengurangi dampak perjalanan udara dengan memilih penerbangan langsung? Bahan bakar jet adalah sumber energi karbon tinggi, dan lepas landas serta mendarat adalah bagian penerbangan yang paling banyak menggunakan bahan bakar. Walhasil, semakin banyak transit yang dilakukan, semakin tinggi jejak karbon Anda.

Semakin berat bobot pesawat, juga berarti semakin banyak bahan bakar yang dikonsumsi. Kargo dan bagasi merupakan bagian terbesar dari berat sebuah pesawat. Setiap penumpang dapat membuat perbedaan besar dalam konsumsi bahan bakar dengan mengemas barang secara ringan dan pengurangan berat berarti lebih sedikit emisi CO2 dari pesawat. Faktanya, jika semua penumpang mengurangi satu pasang sepatu, atau kira-kira 1kilogram, penghematan bahan bakar pesawat akan sama dengan menghilangkan 10.500 mobil dari jalan raya selama satu tahun penuh.

 

6. Berjalan dan bersepeda

Bersepeda dan berjalan kaki bukan sekadar kegiatan rekreasi; pilihan-pilihan ini membantu mengurangi emisi gas rumah kaca, kemacetan lalu lintas, dan permintaan kita akan minyak. Manfaat tambahannya mencakup pengurangan dampak lingkungan lainnya dari transportasi bermotor, seperti kebisingan dan perusakan ruang terbuka, lahan basah, dan habitat lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement