REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Sekelompok mantan pemimpin dunia mendesak Uni Eropa melanjutkan agenda perubahan iklim blok tersebut. Agenda itu tetap harus berlanjut meski perang dagang dan pengeluaran untuk pertahana. mendistraksi perhatian pada isu pemanasan global.
Kelompok The Elders yang didirikan mantan Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela dijadwalkan bertemu pemimpin-pemimpin Uni Eropa dan blok pertahanan NATO pada akhir bulan ini. Pertemuan itu digelar saat Uni Eropa akan memperlemah peraturan yang mengharuskan perusahaan mengungkapkan langkah-langkah iklimnya.
Pelonggaran tersebut dilakukan untuk memperkuat daya saing perusahaan-perusahaan Uni Eropa. Mantan Presiden Irlandia dari 1990 sampai 1997 Mary Robinson mengatakan ia mengkhawatirkan rencana pelemahan peraturan iklim tersebut. Namun, Uni Eropa dapat mengambil peluang menjadi pemimpin global di pasar energi iklim yang tumbuh pesat dan isu iklim yang lebih luas, setelah Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat (AS) dari Perjanjian Paris.
"Krisis penarikan pemerintah federal Amerika Serikat dari semua yang berkaitan dengan iklim dan ilmu pengetahuan memberi peluang bagi Uni Eropa, Inggris dan sejujurnya, bagi seluruh dunia," kata Robinson, Rabu (2/4/2025).
Robinson menekankan pentingnya bagi Uni Eropa untuk bergerak cepat dalam transisi hijau dalam merespons mundurnya AS dari isu iklim. Ia juga menegaskan sangat penting bagi Eropa untuk tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsipnya, mempertahankan kebijakan industri hijau, dan tidak mundur sama sekali.
Badan Energi Internasional mencatat pasar teknologi energi bersih seperti panel surya dan turbin angin di seluruh dunia dapat tumbuh dari 700 miliar dolar AS pada tahun 2023 menjadi lebih dari 2 triliun dolar AS pada tahun 2035, mendekati nilai pasar minyak mentah global.
Robinson memperingatkan Brussels agar tidak membiarkan perang Rusia di Ukraina dan perang dagang serta retorika anti-iklim Trump mempengaruhi dan mendikte pemikiran jangka panjang Uni Eropa mengenai perubahan iklim. Ia mengatakan banyak perusahaan di seluruh Uni Eropa yang bersedia dan mampu mendukung transisi energi bersih.
Robinson bersama mantan Perdana Menteri Norwegia Gro Harlem Brundtland dan aktivis hak asasi manusia Denis Mukwege juga mendesak Brussels untuk mengambil peran pemimpin dalam mengatasi ancaman terbesar bumi. Mereka juga mendorong Uni Eropa agar segera mengumumkan rencana aksi iklimnya.
The Elders yang didirikan pada tahun 2007 mengadvokasi isu-isu seperti perdamaian, keadilan, hak asasi manusia dan keberlanjutan. Mantan Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan mantan Perdana Menteri Selandia Baru Helen Clarks juga anggota kelompok ini.