Selasa 19 Sep 2023 18:52 WIB

Raih Posisi Terbaik ke-3 ESG Rating Secara Global, Pertamina Dapatkan Perhatian Investor

Pertamina menilai secara umum investor sudah 'concern' terkait ESG.

Rep: Gumanti Awaliyah/ Red: Nora Azizah
Pertamina NRE berhasil meraih nilai ESG Rating 13.0 dengan tingkat risiko Low Risk Category, dari lembaga pemeringkat Sustainalytics.
Foto: Pertamina
Pertamina NRE berhasil meraih nilai ESG Rating 13.0 dengan tingkat risiko Low Risk Category, dari lembaga pemeringkat Sustainalytics.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertamina New Renewable Energy (Pertamina NRE) berhasil meraih nilai ESG Rating 13.0 dengan tingkat risiko Low Risk Category, dari lembaga pemeringkat Sustainalytics. Capaian ini dinilai dapat berkontribusi positif pada perkembangan bisnis Pertamina.

VP Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso menyampaikan bahwa melalui penerapan ESG yang baik, Pertamina NRE mendapatkan perhatian investor untuk berinvestasi. Menurut dia, secara umum investor saat ini sudah concern terkait ESG

Baca Juga

“Melalui penerapan ESG yang baik, Pertamina NRE juga bisa bersaing dengan perusahaan lain sebagai perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan,” kata Fadjar saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (19/9/2023).

Rating ESG yang diraih saat ini menempatkan Pertamina NRE dalam posisi terbaik ke-3 secara global untuk sektor Independent Power Producer & Trade (IPP & Traders) dalam hal ESG Rating yang dilakukan oleh lembaga pemeringkat global Sustainalytics. Menurut Fadjar, capain ini merupakan hasil kerja sama yang kuat antara fungsi Sustainability di Pertamina dengan para Subholding.

 

“Kerja sama baik antara fungsi Sustainability di Pertamina dengan tiap Subholding telah berhasil membawa Pertamina Grup meraih 4 ESG Rating dari Sustainalytics,” jelas Fadjar.

Selain Pertamina NRE, saat ini Pertamina Grup yang telah mendapatkan ESG Rating dari Sustainalytics adalah PT Pertamina (Persero) dengan skor 22,9, lalu PT Kilang Pertamina Internasional dengan skor 24,2,  dan PT Pertamina Hulu Energi dengan skor 31,2.

Fadjar menjelaskan, rating ESG sendiri bertujuan untuk membantu menilai risiko dan prospek investasi dalam perusahaan. Umumnya, melibatkan pengumpulan dan data mengenai aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.

Untuk diketahui, Sustainalytics merupakan lembaga ESG Rating global yang melakukan penilaian atas eksposur risiko ESG dari suatu perusahaan yang melakukan kegiatan operasi dan bisnis dalam industri tertentu.

Sustainalytics membagi nilai ESG ke dalam lima kategori berdasarkan kinerja perusahaan dalam mengelola risiko ESG dan risiko bisnisnya. Yakni nilai nol sampai dengan 10 masuk dalam kategori 'Negligible Risk', nilai 10 sampai 20 masuk kategori 'Low Risk', nilai 20 sampai 30 masuk kategori 'Medium Risk', dan nilai 30 sampai nilai 40 masuk dalam kategori 'High Risk', serta nilai 40 ke atas masuk dalam kategori 'Severe Risk'.

Pada intinya, semakin kecil nilai yang diperoleh, maka semakin baik. Pasalnya, itu menunjukkan nilai risiko yang semakin rendah dan semakin baik kualitas pengelolaan ESG dari perusahaan tersebut.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement